nama anggota :
indah nur fitriani (06040124163)
naila mahdiya mussofa (06040124174)
syahrun nizam udin (06040124186)
muhammad maulana azzakir (06040124169)
me griselia khais hariyoo (06040124165)
nabila fitriananda (06040124172)
sofiya fatma anggraini (06040124183)
zakiya alyssa azzahra (06040124192)

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital membawa pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran di madrasah. Guru dituntut mampu memanfaatkan media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, serta mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik. Penggunaan media ICT tidak hanya membantu penyampaian materi secara lebih efektif, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, penggunaan media ICT sangat penting untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih mudah dan kontekstual. Materi Al-Qur’an Hadits sering kali dianggap monoton apabila hanya disampaikan melalui metode ceramah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif, salah satunya melalui penggunaan media Kahoot dan video interaktif. Media Kahoot merupakan platform pembelajaran berbasis permainan (game based learning) yang dapat digunakan untuk evaluasi maupun kuis pembelajaran secara menarik. Sementara itu, video interaktif dapat membantu peserta didik memahami isi materi melalui tampilan audio visual yang lebih komunikatif dan mudah dipahami.[1]
Penggunaan media Kahoot dalam pembelajaran dapat meningkatkan antusiasme peserta didik karena menghadirkan suasana kompetitif yang positif. Peserta didik menjadi lebih aktif menjawab pertanyaan, berpikir cepat, serta berpartisipasi dalam proses pembelajaran.[2] Selain itu, video interaktif juga memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata karena memadukan unsur gambar, suara, dan penjelasan materi secara bersamaan. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga memperoleh visualisasi materi yang mendukung pemahaman mereka terhadap kandungan Al-Qur’an dan Hadits.
Berdasarkan hasil observasi di MI Darussalam Pacet, penggunaan media ICT berupa Kahoot dan video interaktif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits menunjukkan adanya upaya guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik terlihat lebih antusias, aktif, dan termotivasi ketika mengikuti pembelajaran menggunakan media tersebut dibandingkan pembelajaran konvensional.[3]
Melalui kegiatan observasi ini, penulis ingin mengetahui bagaimana penerapan media ICT berupa Kahoot dan video interaktif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, serta mengetahui pengaruhnya terhadap aktivitas dan pemahaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, laporan observasi ini disusun sebagai bentuk kajian terhadap penggunaan media ICT dalam mendukung efektivitas pembelajaran Al-Qur’an Hadits di madrasah.
B. Tujuan Observasi
- Untuk mengetahui penerapan media ICT berupa Kahoot dan video interaktif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Darussalam Pacet.
- Untuk mengetahui bagaimana proses penggunaan media Kahoot dan video interaktif dalam meningkatkan keaktifan peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
- Untuk mengetahui respon dan antusiasme peserta didik terhadap penggunaan media ICT pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits.
- Untuk mengetahui peran guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis ICT di kelas.
- Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Kahoot dan video interaktif dalam membantu pemahaman materi Al-Qur’an Hadits.
C. Manfaat Observasi
- Manfaat Teoritis
Hasil observasi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penggunaan media ICT dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, khususnya penggunaan Kahoot dan video interaktif sebagai media pembelajaran yang inovatif dan efektif.
- Manfaat Praktis
- Bagi Guru
Observasi ini dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.[4]
- Bagi Penulis
Observasi ini memberikan pengalaman dan pemahaman secara langsung mengenai penerapan media ICT dalam pembelajaran serta menambah wawasan penulis tentang inovasi pembelajaran di madrasah.
- Bagi Madrasah
Hasil observasi ini dapat menjadi masukan bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis ICT guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan efektif.
BAB II
LANDASAN TEORI
Landasan teori berfungsi sebagai dasar ilmiah dalam memahami pelaksanaan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di madrasah. Teori ini mencakup konsep pembelajaran berbasis ICT, penggunaan media Kahoot dan video interaktif, peran guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran berbasis digital. Dengan adanya landasan teori, hasil observasi dapat dianalisis secara lebih sistematis dan sesuai dengan konsep pendidikan yang berkembang pada era digital saat ini.[5]
Pembelajaran berbasis ICT merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk membantu penyampaian materi kepada peserta didik. Penggunaan ICT dalam pembelajaran bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam proses pembelajaran, media berbasis teknologi seperti video interaktif, aplikasi kuis digital, presentasi multimedia, dan platform pembelajaran daring mampu membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah dan menarik. Menurut Azhar Arsyad, media pembelajaran berfungsi untuk memperjelas penyampaian pesan dan informasi sehingga mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, penggunaan media ICT menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia pendidikan modern.
Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, penggunaan media ICT sangat diperlukan agar materi yang disampaikan tidak bersifat monoton dan hanya berpusat pada metode ceramah. Mata pelajaran Al-Qur’an Hadits membutuhkan metode pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami isi kandungan ayat maupun hadits secara lebih konkret dan menarik. Salah satu media ICT yang dapat digunakan adalah Kahoot. Kahoot merupakan aplikasi pembelajaran berbasis permainan edukatif (game based learning) yang digunakan untuk kuis, evaluasi, maupun latihan soal secara interaktif. Penggunaan Kahoot dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena menghadirkan suasana belajar yang kompetitif, aktif, dan menyenangkan. Peserta didik menjadi lebih antusias dalam menjawab pertanyaan dan berpartisipasi selama pembelajaran berlangsung. Selain Kahoot, video interaktif juga menjadi media pembelajaran berbasis ICT yang efektif digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Video interaktif merupakan media audio visual yang memadukan unsur gambar, suara, teks, dan animasi untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih jelas. Penggunaan video interaktif dapat meningkatkan fokus dan perhatian peserta didik karena materi disampaikan secara visual dan komunikatif. Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, video interaktif dapat digunakan untuk menampilkan penjelasan kandungan ayat, kisah teladan Islami, maupun contoh penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan menarik.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari / Tanggal : Senin, 11 Mei 2026
Waktu :Jam Pelajaran ke 3–4 (08.30 – 09.40 WIB)
Tempat : Ruang Kelas V, MI Darussalam
Guru Mapel : Ibu Siti Nailur Rif’ah, S.Pd
B. Sasaran Kegiatan
Sasaran dari kegiatan observasi ini adalah proses belajar mengajar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, dengan subjek observasi meliputi:
- Siswa: Siswa-siswi Kelas V MI Darussalam yang berjumlah 28 anak (12 siswa laki-laki dan 16 siswi perempuan).
- Guru:Guru pengampu mata pelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas V MI Darussalam.
- Materi Pokok: Memahami Hadits tentang salah satu “pembagian Hukum Mad”.
C. Media yang Digunakan
- Video Pembelajaran Interaktif:Video animasi berdurasi 6 menit mengenai materi pemahaman ilu tajwid dan pembagiannya.
- Aplikasi Kahoot!:Media gamifikasi interaktif berbasis kuis digital. Kahoot! digunakan di akhir sesi untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai Hukum Mad dan contoh-contohmya.
- Perangkat Pendukung: Laptop, Proyektor (LCD), Sound System kelas, dan Smartphone/Tablet (untuk akses Kahoot! oleh siswa).
D. Langkah-Langkah Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan media ICT ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu:
- Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membaca doa belajar bersama, dan memeriksa kehadiran siswa.
- Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang pentingnya membaca alquran dengan dengan baik dan benar.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada hari itu.
- Kegiatan Inti (45 Menit)
- Tahap Mengamati (Eksplorasi):Guru menayangkan Video Pembelajaran mengenai ilmu tajwid melalui proyektor. Siswa diminta menyimak tayangan video, mendengarkan penjelasan ringkas tentang materi ilmu tajwid.
- Tahap Menanya & Mendiskusikan: Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan arti kata yang belum dipahami dari video tersebut. Guru memberikan penguatan materi di papan tulis terkait struktur Hukum Mad.
- Tahap Evaluasi Gamifikasi (Kahoot!): Guru menginstruksikan siswa untuk membuka aplikasi/situs Kahoot!. Guru menampilkan pin permainan di layar proyektor.
- Siswa mengerjakan 20 soal kuis pilihan ganda di Kahoot! yang menguji ingatan mereka tentang arti hadits, ciri-ciri orang munafik, dan sikap yang harus dihindari.
- Guru bersama siswa membahas jawaban yang benar secara langsung setelah setiap nomor soal selesai dikerjakan.
- Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang mendapatkan skor tertinggi di *leaderboard* Kahoot!, serta memberikan motivasi kepada siswa lainnya.
- Guru bersama siswa melakukan refleksi dan menyimpulkan bersama-sama intisari dari Hadits yang telah dipelajari.
- Pembelajaran diakhiri dengan nasihat guru untuk selalu menerapkan sifat jujur dan ditutup dengan doa kafaratul majelis serta salam.
E. Metode Observasi
Metode observasi merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi secara langsung mengenai pelaksanaan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Darussalam Pacet. Observasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran di kelas, penggunaan media Kahoot dan video interaktif, serta aktivitas guru dan peserta didik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dalam kegiatan observasi ini, penulis menggunakan metode observasi langsung (direct observation), yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap situasi dan kondisi pembelajaran di dalam kelas. Metode ini bertujuan untuk memperoleh data yang objektif mengenai penerapan media ICT dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Penulis mengamati bagaimana guru memanfaatkan media Kahoot dan video interaktif sebagai sarana pembelajaran, bagaimana respon peserta didik terhadap penggunaan media tersebut, serta bagaimana suasana kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam observasi ini meliputi:
- Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasis ICT di kelas. Pengamatan difokuskan pada penggunaan media Kahoot dan video interaktif, aktivitas guru, partisipasi peserta didik, serta kondisi pembelajaran selama kegiatan berlangsung. - Wawancara
Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran untuk memperoleh informasi mengenai tujuan penggunaan media ICT, manfaat penggunaan Kahoot dan video interaktif, serta kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. - Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa foto kegiatan pembelajaran, perangkat pembelajaran, serta dokumen lain yang mendukung hasil observasi. Dokumentasi bertujuan memperkuat data yang diperoleh selama kegiatan observasi berlangsung.
Adapun objek observasi dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadits menggunakan media Kahoot dan video interaktif. Sementara subjek observasi meliputi guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits dan peserta didik di kelas yang diamati. Melalui metode observasi ini, penulis dapat memperoleh gambaran secara nyata mengenai penerapan media ICT dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits serta mengetahui pengaruh penggunaan Kahoot dan video interaktif terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A, Hasil Kegiatan
Berdasarkan observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits mengenai materi Hukum Mad di Kelas V MI Darussalam, secara umum kegiatan berjalan dengan sangat lancar, interaktif, dan kondusif. Pada saat penayangan video pembelajaran berdurasi enam menit, fokus dari dua puluh delapan siswa terpusat sepenuhnya pada layar proyektor di depan kelas. Visualisasi warna yang membedakan jenis-jenis Mad, seperti Mad Thabi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil, serta audio pelafalan contoh ayat yang tartil terbukti sangat membantu siswa memahami konsep panjang pendek bacaan secara lebih konkret dibandingkan jika mereka hanya membaca buku teks konvensional.
Selanjutnya, ketika pembelajaran bertransisi ke sesi kuis menggunakan aplikasi Kahoot!, terjadi lonjakan antusiasme yang besar di mana seluruh siswa terlibat aktif menekan jawaban di perangkat masing-masing. Suasana kelas menjadi sangat hidup dan dinamis berkat adanya papan skor digital yang diperbarui secara otomatis setelah setiap soal selesai dijawab. Kehadiran media gamifikasi ini juga secara tidak langsung memicu kemandirian dan refleksi belajar siswa, karena mereka secara spontan saling mengoreksi cara membaca satu sama lain ketika guru mengulas jawaban kuis yang keliru di layar proyektor.
B. Analisis Hasil Penilaian Murid
| ASPEK | SKOR 1 | SKOR 2 | SKOR 3 | SKOR 4 |
| Isi /ketetapan Konsep | Materi yang disampaikan melalui media video dan aplikasi Kahoot dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik kelas V MI. Siswa terlihat fokus saat menonton video pembelajaran dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan melalui Kahoot dengan antusias. Penggunaan video membantu siswa memahami materi secara lebih konkret dan menarik, sedangkan Kahoot membuat proses evaluasi menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, masih terdapat sedikit kendala seperti beberapa siswa kurang stabil dalam koneksi internet atau kurang cepat dalam mengoperasikan perangkat. | |||
| kreativitas | Pembelajaran menggunakan media digital berupa video pembelajaran dan game edukatif Kahoot sehingga menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran serta aktif berpartisipasi saat menjawab kuis di Kahoot. Guru juga memanfaatkan tampilan visual dan audio pada video untuk menarik perhatian siswa sehingga pembelajaran lebih mudah dipahami. | |||
| presentasi | Penyampaian materi dilakukan secara runtut, jelas, dan komunikatif. Guru mampu mengelola kelas dengan baik melalui penggunaan video pembelajaran dan kuis Kahoot sebagai media evaluasi. Adanya interaksi aktif antara guru dan siswa membuat suasana kelas lebih hidup. Pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif menjawab pertanyaan juga meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa hingga pembelajaran selesai.klasikal tuntas |
Tabel Analisis Penguasaan Materi Hukum Mad
| No. | Indikator Materi Soal | Tingkat Benar | Tingkat Salah | Analisis Penguasaan & Perilaku Siswa |
| 1 | Definisi dasar Mad Thabi’i dan Identifikasi huruf-huruf Mad (Alif,wawu,ya’) | 95% | 5% | Sangat Baik. Siswa sudah paham dalam memahami konsep dasar dan mengenali huruf Mad |
| 2 | Membedakan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil dalam potongan ayat al-quran | 65% | 35% | Cukup.banyak siswa yang terburuh-buruh memilihjawaban karna kebatasan waktu kahoot! Yang hanya 20 detik sehingga kurang teliti |
C. Penilaian Guru terhadap Media Kahoot! dan Video Animasi
Guru pengampu mata pelajaran Al-Qur’an Hadits memberikan umpan balik dan penilaian yang sangat positif terhadap penggunaan kedua media berbasis ICT ini dalam proses pembelajaran. Menurut penilaian guru, keberadaan video animasi sangat membantu memangkas waktu dalam menjelaskan teori ilmu tajwid yang cenderung abstrak bagi anak usia madrasah ibtidaiyah. Ditambah lagi dengan adanya contoh audio yang fasih dalam video tersebut, siswa mendapatkan standar pelafalan yang tepat tanpa membuat guru harus mencontohkannya berulang kali secara manual.
Di sisi lain, guru menganggap aplikasi Kahoot! sebagai instrumen evaluasi yang revolusioner karena berhasil mengubah ketegangan suasana ujian menjadi sebuah permainan yang kompetitif namun tetap sarat akan nilai edukasi. Guru juga merasa sangat terbantu oleh adanya fitur rekap nilai otomatis dari Kahoot! yang langsung memetakan tingkat pemahaman siswa secara instan serta menunjukkan nomor soal mana yang paling banyak dijawab salah oleh siswa tanpa harus mengoreksi lembar jawaban satu per satu.
D. Kendala Kegiatan
Msizepun kegiatan ini dinilai sukses, terdapat beberapa kendala teknis dan non-teknis yang ditemukan selama pelaksanaan pembelajaran di lapangan. Kendala pertama adalah adanya fluktuasi jaringan internet atau sinyal Wi-Fi sekolah yang menyebabkan sekitar tiga anak mengalami keterlambatan memuat halaman (loading) saat menekan tombol jawaban, sehingga mereka kehilangan poin kecepatan atau bahkan melewatkan soal.
Kendala kedua berkaitan dengan faktor psikologis siswa yang terburu-buru (panic clicking) akibat batasan waktu yang berjalan mundur di aplikasi Kahoot!, sehingga mereka cenderung asal menebak jawaban demi mengejar waktu alih-alih menganalisis hukum tajwid ayat secara teliti. Terakhir, adanya keterbatasan perangkat di mana tidak semua siswa membawa smartphone pribadi karena regulasi sekolah, sehingga terdapat empat siswa yang harus berbagi perangkat dengan teman sebangkunya, yang sedikit mengurangi objektivitas penilaian mandiri untuk siswa tersebut.


Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di MI Darussalam Pacet, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT), khususnya Kahoot dan video interaktif, memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Pemanfaatan media ICT mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan sehingga peserta didik menjadi lebih aktif serta antusias dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan video interaktif membantu peserta didik memahami materi Hukum Mad secara lebih konkret melalui tampilan audio visual yang komunikatif. Sementara itu, penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi berbasis permainan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena menghadirkan suasana kompetitif yang positif dan mendorong keterlibatan seluruh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mencapai ketuntasan belajar dengan persentase sebesar 82%, sedangkan 18% siswa masih memerlukan bimbingan dan remedial. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media ICT cukup efektif dalam membantu pemahaman materi Al-Qur’an Hadits. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan Kahoot dan video interaktif juga mampu melatih konsentrasi, kecepatan berpikir, serta kerja sama antar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, peran guru sangat penting dalam keberhasilan penerapan pembelajaran berbasis ICT. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengelola media pembelajaran secara kreatif dan inovatif sesuai perkembangan teknologi pendidikan saat ini. Dengan demikian, penerapan media ICT berupa Kahoot dan video interaktif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Darussalam Pacet dapat dikatakan berhasil dan efektif dalam meningkatkan keaktifan, motivasi, serta pemahaman peserta didik. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi perlu terus dikembangkan guna mendukung terciptanya proses pembelajaran yang modern, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
B. Saran
Demikian laporan observasi mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) berupa Kahoot dan video interaktif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Darussalam Pacet ini disusun. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi penyusunan maupun isi pembahasan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan di masa yang akan datang. Penulis berharap hasil observasi ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Semoga penggunaan media ICT dapat terus dikembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan di era digital.
DAFTAR PUSTAKA
Fuad, Rahmad, Iswantir M, Muaddyl Akhyar, and Ramadhoni Aulia Gusli. “Strategi Manajemen Madrasah Efektif Dalam Peningkatan Kualitas Belajar Mengajar.” Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 4, no. 2 (2023): 207–18. https://doi.org/10.32832/itjmie.v4i2.15437.
Intaniasari, Yossinta, Ratnasari Diah Utami, Eko Purnomo, and Aswadi Aswadi. “Menumbuhkan Antusiasme Belajar Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Sekolah Dasar.” Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran 4, no. 1 (2022). https://doi.org/10.23917/bppp.v4i1.19424.
Kumar, Sunil; Lochab,A.; Mishra, Manoj. “The Impact of Business Model Innovation (BMI) and Organisational Values on Firm Performance: Mediating Role of Corporate Sustainability.” Corporate Sustainability-A New Paradigm 32, no. 3 (2021): 56–71.
Zahroh, Fatimanus, Astri Apriani, and Yusi Afrilia. “Analisis Manfaat Media Audio Visual Animasi Sebagai Bahan Pembelajaran Efektif Untuk Anak Sekolah Dasar.” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 3, no. 1 (2025): 633–44. https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/695.v
[1] Fatimanus Zahroh, Astri Apriani, and Yusi Afrilia, “Analisis Manfaat Media Audio Visual Animasi Sebagai Bahan Pembelajaran Efektif Untuk Anak Sekolah Dasar,” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 3, no. 1 (2025): 633–44, https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/695.
[2] Zahroh, Apriani, and Afrilia.
[3] Yossinta Intaniasari et al., “Menumbuhkan Antusiasme Belajar Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Sekolah Dasar,” Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran 4, no. 1 (2022), https://doi.org/10.23917/bppp.v4i1.19424.
[4] Rahmad Fuad et al., “Strategi Manajemen Madrasah Efektif Dalam Peningkatan Kualitas Belajar Mengajar,” Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 4, no. 2 (2023): 207–18, https://doi.org/10.32832/itjmie.v4i2.15437.
[5] Manoj Kumar, Sunil; Lochab,A.; Mishra, “The Impact of Business Model Innovation (BMI) and Organisational Values on Firm Performance: Mediating Role of Corporate Sustainability,” Corporate Sustainability-A New Paradigm 32, no. 3 (2021): 56–71.