Ranah dan Teknik Penilaian Kognitif dalam Pembelajaran PAI

Pemateri: Robiah Ivadatun Nisa

Penanya 1 (Nur Jannah):

Sejauh mana soal berbasis HOTS yang disusun benar-benar mengukur kemampuan analisis dan evaluasi keagamaan, bukan sekadar kemampuan literasi membaca atau memahami stimulus teks?

Jawab: Soal HOTS seharusnya dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis dan mengevaluasi. Artinya, siswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga diminta menilai suatu permasalahan dan memberikan alasan berdasarkan nilai-nilai agama. Namun, dalam praktiknya masih ada soal yang hanya menggunakan teks panjang dan menanyakan isi bacaan, sehingga lebih mengukur kemampuan literasi membaca. Oleh karena itu, agar benar-benar menjadi HOTS, soal harus menuntut siswa berpikir kritis, menganalisis situasi, dan memberikan penilaian yang disertai alasan.

Yang didiskusikan:

Apakah kemendikbud sebagai lembaga yang berwenang harus membuat aturan khusus yang mengatur standar Soal HOTS?

Jawab: Iya, Kemendikbud sebaiknya membuat pedoman atau standar khusus terkait penyusunan soal HOTS. Dengan adanya pedoman tersebut, guru memiliki acuan yang jelas dalam menyusun soal yang benar-benar mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan menganalisis, menilai, dan memberikan alasan terhadap suatu permasalahan. Selain itu, standar tersebut juga dapat membantu agar soal HOTS tidak hanya berupa teks panjang, tetapi benar-benar menuntut proses berpikir yang lebih mendalam.

Leave a Reply