Pelaksanaan Media Pembelajaran ICT (PowerPoint Interaktif dan Video Animasi) pada Materi Fiqih Ubudiyah (Wudhu) di TPQ Miftahul Khair Surabaya

Anggota Kelompok 4:

  1. M.Faishal Haq (06030124136)
  2. Naufal Fa’iq Hanifulloh Syam (06040123124)
  3. Achmad Saifu Dzulfiqar (06040134141)
  4. Ahmad Ghofur Al Wahidun Fahmi (06040124143)
  5. Aisyah Rizki Ramadhani (06040124144)
  6. Alawiyatus Sofanin (06040124146)
  7. Alba Khairun Nisa’ (06040124147)
  8. Cinta Aprilia Putri (06040124152)
  9. Anisatul Masruro (06040124150)

I. Pernyataan Umum (Deskripsi Umum)

Pembelajaran fiqih ubudiyah, khususnya mengenai tata cara berwudhu, merupakan salah satu fondasi paling mendasar dalam pendidikan agama Islam bagi anak-anak sejak usia dini. Wudhu yang sah menjadi syarat utama diterimanya ibadah salat. Namun, pada praktiknya di lapangan, sering kali ditemukan kendala di mana para santri belum mampu memahami tata cara wudhu secara runtut, benar, dan sesuai dengan ketentuan syariat yang berlaku.

Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang pendidikan, pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) membuka peluang besar untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, segar, dan mudah diserap. Atas dasar tersebut, dilakukanlah kegiatan observasi sekaligus penerapan media pembelajaran berbasis ICT berupa PowerPoint interaktif serta video animasi. Kegiatan observasi ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026 di TPQ Miftahul Khair Surabaya. Subjek dalam observasi ini adalah para santri TPQ yang berjumlah 30 anak, dengan rentang usia dari tingkat SD hingga SMA, di mana mayoritas atau usia dominan ditempati oleh santri tingkat SD.

II. Deskripsi Bagian (Proses Pelaksanaan dan Sarana)

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis ICT ini didukung oleh pemanfaatan sarana dan alat pendukung elektronik. Sarana yang digunakan meliputi laptop, LCD/proyektor, speaker untuk menunjang audio visual, serta ruang kelas TPQ Miftahul Khair sebagai tempat pelaksanaan. Sesuai dengan kondisi di lapangan, penyampaian materi dilakukan secara langsung melalui kontrol laptop dan proyektor tanpa menggunakan alat pembantu pointer.

Proses pembelajaran dan observasi ini dirancang melalui enam tahapan naratif yang sistematis:

  1. Pembukaan (Opening): Kegiatan diawali dengan pemberian salam hangat, perkenalan tim pengajar kepada para santri, serta penyampaian tujuan utama pembelajaran wudhu agar menarik perhatian mereka.
  2. Praktik Awal Peserta: Sebelum materi dipaparkan, beberapa perwakilan santri (terutama anak usia SD) diminta untuk mendemonstrasikan cara mereka berwudhu. Melalui pengamatan langsung, ditemukan bahwa urutan wudhu mereka masih sering terukar dan ada beberapa gerakan yang kurang tepat secara syariat.
  3. Penyampaian Materi: Tim pengajar kemudian mulai mengoperasikan PowerPoint interaktif. Media ini menguraikan konsep wudhu secara runtut, mulai dari pemahaman niat, rukun-rukun wudhu, hingga urutan membasuh anggota tubuh.
  4. Pemutaran Video Animasi: Untuk menjembatani pemahaman santri SD yang menyukai visual bergerak, diputarkan video animasi praktik wudhu. Video ini memberikan visualisasi konkret dan contoh gerakan yang benar serta higienis.
  5. Evaluasi dan Praktik Ulang: Setelah melihat media visual, para santri diminta kembali melakukan praktik wudhu. Hasil observasi pada tahap ini menunjukkan perubahan signifikan; gerakan mereka menjadi jauh lebih runtut dan rapi.
  6. Pemberian Reward: Sebagai penutup dan bentuk apresiasi, diberikan hadiah (reward) kecil bagi para santri yang berani maju dan menunjukkan kemajuan praktik, hal ini guna menjaga motivasi belajar mereka.

III. Deskripsi Manfaat dan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengamatan langsung selama kegiatan, penggunaan media pembelajaran berbasis ICT ini membawa dampak yang sangat positif di TPQ Miftahul Khair. Sebelum media diterapkan, sebagian besar santri masih kebingungan dengan urutan rukun wudhu yang benar. Namun setelah pemaparan lewat PPT interaktif dan animasi, tingkat pemahaman konsep melonjak hingga 90%, dan kemampuan praktik wudhu yang sempurna mencapai 88%.

Manfaat utama dari penerapan media ini adalah meningkatnya antusiasme dan keterlibatan aktif para santri hingga menyentuh angka 95%. Kombinasi warna, audio, dan karakter animasi mampu mengusir rasa bosan yang biasanya muncul pada metode ceramah konvensional. Santri usia SD menjadi lebih fokus, sementara santri yang lebih tua (usia SMP/SMA) dapat memperparpurna detail-detail kecil gerakan wudhu mereka. Secara keseluruhan, observasi ini membuktikan bahwa visualisasi digital sangat efektif dalam meningkatkan kualitas ibadah praktis bagi generasi muda di lingkungan TPQ.

IV. Dokumentasi Kegiatan

Seluruh bukti pelaksanaan berupa foto aktivitas santri, proses pemutaran video, dan jalannya praktik wudhu dapat diakses secara lengkap melalui tautan di bawah ini:

📁https://drive.google.com/drive/folders/1SerH4oIsXsNHCDb8F7xrOGmgjEEraoqB

Leave a Reply