MEY KUSNIA DEWI (06020125121)
Kelompok 10 ( kepribadian, karakter dan akhlak )
RefleksiProses yang Berkelanjutan: Memperbaiki diri bukanlah proses instan untuk langsung sempurna, melainkan perjalanan belajar yang terus-menerus untuk menjadi lebih baik setiap hari. Esensi Ketulusan: Tujuan utama akhlak bukan sekadar tampil baik di hadapan orang lain, melainkan tetap konsisten berbuat kebaikan meskipun tidak sedang diawasi. Pentingnya Muhasabah: Pengendalian diri dan evaluasi diri secara berkala sangat krusial agar kita mampu menolak godaan, mengatur emosi, serta menjaga konsistensi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
kelompok 11 emosi,regulasi diri,student well being
RefleksiKeseimbangan Akademik dan Emosional: Keberhasilan belajar siswa tidak ditentukan semata-mata oleh kemampuan intelektual, melainkan sangat dipengaruhi oleh stabilitas emosi dan cara mereka mengelola stres akademik. Sinergi Spiritual dan Psikologis: Pendekatan spiritual Islam (seperti dzikir dan tawakal) memberikan ketenangan batin yang melengkapi pendekatan psikologis-pedagogis konvensional dalam meredakan kecemasan siswa. Pentingnya Batasan Profesional: Kesadaran guru terhadap batasan kewenangannya sangat penting agar siswa yang mengalami gangguan mental berat dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dari tenaga profesional klinis.