1. Keandre Rakha Huntara (526115060084)
  2. Mohammad Kevin Savero (626103051419)
  3. Arsyia Suci Henna (626104067112)
  4. ⁠Nabila Nalup Ramadhani (626106084047)
  5. Amirah Quinn Ramadhani Wardhana (626107092151)
  6. Mehrunnissa Naila Izzah (626115244187)

Deskripsi Singkat

Pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, saya bersama lima teman/anggota kelompok melaksanakan kegiatan field study di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari fenomena dekadensi moral di lingkungan akademisi mengenai kemerosotan moral tersebut.


Dalam kegiatan ini, kami membawa tiga pokok bahasan, yaitu perilaku mencontek, adab mahasiswa, dan dampak penggunaan AI terhadap plagiarisme. Untuk memperoleh pandangan yang beragam, kami mewawancarai lima narasumber yang merupakan mahasiswa ITS. Melalui wawancara tersebut, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi moral di lingkungan kampus dari sudut pandang mahasiswa itu sendiri.

Refleksi

Kunjungan ini memberikan banyak pandangan baru bagi kami mengenai persoalan moral di dunia akademik. Dari jawaban para narasumber, kami menyimpulkan bahwa setiap pokok bahasan membawa dampaknya masing-masing.

Pertama mulai dari perilaku mencontek, Kebiasaan ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menurunkan kemampuan intelektual seseorang karena ia tidak melatih pemahamannya sendiri, mencontek juga mengikis kejujuran yang seharusnya menjadi nilai dasar seorang mahasiswa.


Lalu yang kedua membahas mengenai adab mahasiswa, Adab memiliki pengaruh besar terhadap elektabilitas, yaitu penilaian dan kepercayaan orang lain terhadap seorang mahasiswa. Mahasiswa yang beradab, baik kepada dosen, teman, maupun lingkungan kampus, akan lebih dihargai dan dipercaya dibandingkan mahasiswa yang hanya unggul dalam kemampuan akademik.


Dan yang ketiga adalah dampak AI terhadap plagiarisme, AI memang mempermudah pekerjaan kita, tetapi jika diserahkan semuanya kepada ai dan tanpa adanya rasa tanggung jawab, malah mendorong praktik plagiarisme. Mahasiswa seharusnya mampu menghasilkan karya yang murni dari pemikirannya sendiri, bukan hasil rekayasa AI. AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir.


Secara keseluruhan, field study ini menyadarkan kami bahwa moral dan integritas adalah fondasi penting dalam kehidupan akademik. Sebagai mahasiswa, kami belajar bahwa kejujuran, adab, dan orisinalitas merupakan bekal untuk menjadi pribadi yang berintegritas di masa depan.

Leave a Reply