Moderator : Intan Ulfi


Notulen : Revalina Nur

Pemateri 1 : Nur jannah

Pemateri 2 : Faizatur Rohmah

Pertanyaan

  1. Jika perkembangan kognitif dikaitkan erat dgn pembentukan karakter, lalu bagaimana menjelaskan fenomena remaja yang cerdas secara intelektual tetapi terlibat dlm perilaku destruktif atau imoral, kemudian apakah teori kognitif gagal menjembatani aspek moralitas?serta bagaimana caranya agar metode tersebut tidak gagal?
  2. mengapa sebagian anak SD masih menggunakan metode trial and eror dalam memecahkan masalah meskipun sudah berada di tahap operasional konkret?

kesimpulan pembahasan 1: (perkembangan kognitif anak usia TK-SD)Perkembangan kognitif anak usia TK hingga SD berlangsung secara bertahap sesuai dengan tahap perkembangan pikirannya. Anak usia TK berada pada tahap praoperasional yang ditandai dengan cara berpikir simbolis namun masih egosentris, sedangkan anak usia SD mulai memasuki tahap operasional konkret dengan kemampuan berpikir lebih logis, memahami sebab-akibat, serta mulai mampu memecahkan masalah sederhana. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahapannya agar potensi kognitif anak dapat berkembang optimal.kesimpulan pembahasan 2 : (Perkembangan kognitif anak usia SMP-SMA)Bahwa perkembangan kognitif remaja usia SMP–SMA berada pada tahap operasional formal menurut Piaget, ditandai dengan kemampuan berpikir abstrak, logis, kritis, dan hipotetis. Perkembangan ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial, media digital, serta pendidikan yang berperan penting dalam membentuk cara berpikir remaja. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang tepat perlu diterapkan agar tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter yang kuat sehingga lahir generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Leave a Reply