Inaroh Duja Ummi Hirza (06020125107)
Motivasi belajar adalah dorongan internal maupun eksternal yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuan akademik. Untuk meningkatkannya, siswa perlu menetapkan target yang jelas, mengelola waktu dengan bijak, menyingkirkan gangguan, serta memulai dengan fokus pendek untuk mengatasi rasa malas. Di sisi lain, pengajar dapat mendukung proses ini dengan menerapkan metode pembelajaran aktif, mengaitkan materi ke kehidupan nyata, memberikan apresiasi pada proses usaha, dan memanfaatkan media belajar interaktif agar suasana belajar tetap menarik dan efektif.
Potensi peserta didik pada hakikatnya bersifat dinamis, unik, dan multidimensional, yang mana keragaman bakat bawaan (shakilah) ini diakui secara sah dalam konsep Fitrah Islam (QS. Al-Isra: 84) dan didukung secara ilmiah oleh Teori Kecerdasan Majemuk. Untuk itu, praktik pemberian cap atau julukan (labeling) yang kaku harus dihentikan karena dapat merusak mental siswa dan memicu pola pikir statis (fixed mindset). Pendidik wajib menggeser orientasi penilaian dari hasil angka kuantitatif menuju pendekatan holistik melalui asesmen diagnostik non-kognitif serta penerapan budaya Growth Mindset yang fokus memuliakan usaha nyata anak (effort-praise) demi mewujudkan insan kamil.