KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian yang berjudul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa di Tengah Tantangan Pergaulan Remaja di SMK PGRI 1 Sidoarjo.”
Proposal penelitian ini disusun sebagai salah satu persyaratan akademik dalam penyusunan skripsi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja di SMK PGRI 1 Sidoarjo, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam.
Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih memiliki berbagai kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan proposal penelitian ini.
Semoga proposal penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, pihak sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, pembaca, serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan pendidikan, khususnya dalam pembinaan akhlak peserta didik.
Sidoarjo, 5 Juli 2026
Penulis
Imro’atul Mufidah
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Masalah
D. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Guru Pendidikan Agama Islam
2. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
3. Pembinaan Akhlak
4. Pergaulan Remaja
6. Tantangan Pergaulan Remaja Era Digital
B. Penelitian Terdahulu
D. Kerangka Berpikir
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Lokasi Penelitian
C. Subjek Penelitian
D. Sumber Data
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
G. Keabsahan Data
H. Instrumen Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berperan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek kognitif, tetapi juga bertujuan membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, pembinaan akhlak menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan Islam.Dalam perspektif Islam, akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting. Akhlak menjadi cerminan kepribadian seseorang dan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan. Allah Swt. berfirman dalam
QS. Al-Qalam ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya:”Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Selain itu, Rasulullah Saw. bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya:”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa pembentukan akhlak merupakan tujuan yang sangat penting dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membina dan mengembangkan akhlak peserta didik agar mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berada pada masa remaja yang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja ditandai dengan perkembangan fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang sangat pesat. Pada masa ini, remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, dan mulai membentuk identitas diri melalui interaksi dengan teman sebaya. Kondisi tersebut menjadikan remaja sebagai kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh positif maupun negatif dari lingkungan pergaulannya.
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial pada era digital saat ini memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan remaja. Media sosial dapat menjadi sarana untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, namun di sisi lain juga dapat memengaruhi perilaku peserta didik apabila tidak digunakan secara bijaksana. Berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini antara lain rendahnya kedisiplinan, kurangnya kesadaran terhadap tata tertib sekolah, penggunaan telepon genggam secara berlebihan, serta perilaku yang kurang mencerminkan nilai-nilai akhlak Islami.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh peneliti, masih terdapat beberapa perilaku siswa yang menunjukkan perlunya pembinaan akhlak secara berkelanjutan. Beberapa siswa masih kurang disiplin dalam kehadiran di sekolah, menggunakan telepon genggam pada saat pembelajaran berlangsung, serta terdapat perilaku lain yang kurang sesuai dengan tata tertib sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pergaulan remaja pada era digital dapat memengaruhi perilaku siswa sehingga memerlukan perhatian dan pembinaan yang serius dari pihak sekolah.
Di sisi lain, SMK PGRI 1 Sidoarjo juga berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui berbagai kegiatan religius, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. dan kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada peserta didik. Namun demikian, pembinaan akhlak tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan keagamaan semata, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif guru Pendidikan Agama Islam dalam memberikan bimbingan, keteladanan, pembiasaan, serta pengawasan terhadap perilaku siswa.
Guru Pendidikan Agama Islam memiliki posisi yang strategis dalam membentuk dan membina akhlak peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi siswa. Berbagai upaya perlu dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam agar peserta didik mampu menghadapi tantangan pergaulan remaja dan tetap berperilaku sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
B. Rumusan Masalah
- Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?
- Bagaimana bentuk tantangan pergaulan remaja yang dihadapi siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?
- Apa saja faktor pendukung upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?
- Apa saja faktor penghambat upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
- Untuk mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo.
- Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tantangan pergaulan remaja yang dihadapi siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo.
- Untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo.
- Untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo.
D. Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam yang berkaitan dengan upaya guru dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja.
- Manfaat Praktis
a. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan program pembinaan akhlak peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang religius dan kondusif.
b. Bagi Guru Pendidikan Agama Islam
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan upaya-upaya yang lebih efektif untuk membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja.
c. Bagi Peserta Didik
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk meningkatkan kesadaran dalam berperilaku sesuai dengan ajaran Islam, menaati tata tertib sekolah, serta memiliki akhlak yang mulia.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan sumber informasi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji permasalahan serupa mengenai pembinaan akhlak siswa dalam perspektif Pendidikan Agama Islam.
E. Definisi Operasional
Untuk menghindari terjadinya perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka penulis memberikan definisi operasional sebagai berikut:
- Upaya Guru Pendidikan Agama Islam adalah segala bentuk usaha, tindakan, dan cara yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam membimbing, mengarahkan, mendidik, membiasakan, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik agar memiliki akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam.
- Pembinaan Akhlak adalah proses pembimbingan, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai moral serta ajaran Islam kepada peserta didik secara berkesinambungan sehingga terbentuk perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
- Tantangan Pergaulan Remaja adalah berbagai pengaruh dan permasalahan yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari, baik yang berasal dari teman sebaya, lingkungan, maupun perkembangan teknologi dan media sosial, yang berpotensi memengaruhi perilaku dan akhlak peserta didik.
- SMK PGRI 1 Sidoarjo merupakan lokasi penelitian, yaitu lembaga pendidikan menengah kejuruan yang menjadi tempat peneliti mengkaji upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
- Guru Pendidikan Agama Islam
Guru merupakan pendidik profesional yang memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Guru Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta akhlakul karimah kepada peserta didik. Oleh karena itu, guru PAI dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial agar mampu menjalankan tugasnya secara optimal.
- Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
Upaya adalah segala bentuk usaha atau tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, upaya guru Pendidikan Agama Islam merupakan berbagai usaha yang dilakukan guru dalam membina akhlak peserta didik agar memiliki perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.
Bentuk upaya guru PAI antara lain memberikan keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, pengawasan terhadap perilaku siswa, pemberian motivasi, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah dalam membina akhlak peserta didik.
- Pembinaan Akhlak
Pembinaan akhlak adalah proses membimbing, membiasakan, dan mengembangkan perilaku peserta didik agar memiliki akhlak yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Pembinaan akhlak tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pemberian contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembinaan akhlak adalah membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berkepribadian baik, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
- Pergaulan Remaja
Pergaulan remaja merupakan hubungan sosial yang dilakukan remaja dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitarnya. Pergaulan yang baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter remaja. Sebaliknya, pergaulan yang kurang baik dapat memengaruhi perilaku siswa, seperti kurang disiplin, melanggar tata tertib sekolah, serta penyalahgunaan media sosial.
Pada era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan, seperti penggunaan media sosial yang berlebihan, pengaruh teman sebaya, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru Pendidikan Agama Islam dalam memberikan pembinaan akhlak agar peserta didik mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan pergaulan.
B. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membina akhlak peserta didik. Penelitian mengenai implementasi Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan, pembiasaan, dan keteladanan guru memberikan pengaruh positif terhadap perilaku peserta didik. Penelitian lain juga menjelaskan bahwa upaya guru PAI dalam mengatasi kenakalan remaja dilakukan melalui pemberian nasihat, pembinaan, serta kerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah.
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada fokus pembinaan akhlak oleh guru Pendidikan Agama Islam. Adapun perbedaannya adalah penelitian ini lebih menitikberatkan pada upaya guru PAI dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja di SMK PGRI 1 Sidoarjo.
C. Kerangka Berpikir
Pembinaan akhlak peserta didik merupakan salah satu tanggung jawab guru Pendidikan Agama Islam. Berbagai tantangan pergaulan remaja, seperti pengaruh teman sebaya, perkembangan teknologi, dan penggunaan media sosial, dapat memengaruhi perilaku siswa. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Islam melakukan berbagai upaya melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, motivasi, dan pengawasan agar peserta didik memiliki akhlak yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Dengan adanya upaya tersebut, diharapkan terbentuk peserta didik yang berakhlakul karimah serta mampu menghadapi tantangan pergaulan remaja secara bijaksana.
PERGAULAN REMAJA ERA DIGITAL
(HP, media sosial, live TikTok, VC, disiplin rendah)
↓
UPAYA GURU PAI
(keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, kegiatan keagamaan)
↓
HASIL
- Disiplin meningkat
- Sopan santun meningkat
- Tanggung jawab meningkat
- Penggunaan HP lebih terkontrol
- Terbentuk akhlakul karimah
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja di SMK PGRI 1 Sidoarjo. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 1 Sidoarjo. Lokasi penelitian dipilih karena sesuai dengan fokus penelitian, yaitu upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di tengah tantangan pergaulan remaja.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian merupakan pihak-pihak yang menjadi sumber informasi dalam penelitian ini, yaitu:
- Guru Pendidikan Agama Islam SMK PGRI 1 Sidoarjo.
- Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
- Wali Kelas.
- Peserta didik SMK PGRI 1 Sidoarjo.
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas:
- Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, dan pihak sekolah.
- Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen sekolah, tata tertib, program kegiatan keagamaan, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
- Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, kegiatan keagamaan, serta perilaku peserta didik di lingkungan sekolah.
- Wawancara
Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa, tantangan yang dihadapi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembinaan akhlak.
- Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan penelitian, seperti profil sekolah, visi dan misi, tata tertib sekolah, program kegiatan keagamaan, foto kegiatan, dan dokumen pendukung lainnya.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi:
- Reduksi data.
- Penyajian data.
- Penarikan kesimpulan dan verifikasi.
G. Keabsahan Data
Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga data yang diperoleh memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
H. Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian meliputi:
- Tahap persiapan.
- Tahap pelaksanaan penelitian.
- Tahap analisis data.
- Tahap penyusunan laporan penelitian.
DAFATAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-Karim.
Abu Hamid al-Ghazali. Ihya’ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2022.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2021.
Matthew B. Miles., A. Michael Huberman., & Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: SAGE Publications, 2014.
Hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Ahmad: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”)
Lampiran 1
Pedoman Wawancara Guru Pendidikan Agama Islam
1.Bagaimana menurut Bapak/Ibu kondisi akhlak siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo saat ini?
2. Apa saja bentuk tantangan pergaulan remaja yang dihadapi siswa di era digital?
3. Upaya apa saja yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa?
4.Metode apa yang digunakan dalam proses pembinaan akhlak siswa?
5.Bagaimana peran keteladanan guru dalam membentuk akhlak siswa?
6.Apakah terdapat kegiatan keagamaan yang mendukung pembinaan akhlak siswa di sekolah?
7.Bagaimana cara guru menangani siswa yang melanggar tata tertib sekolah?
8.Apa saja faktor pendukung dalam pembinaan akhlak siswa?
9.Apa saja faktor penghambat dalam pembinaan akhlak siswa?
10.Bagaimana harapan Bapak/Ibu terhadap perkembangan akhlak siswa ke depannya?
Lampiran 2
Pedoman Wawancara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
1.Bagaimana kondisi kedisiplinan siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?
2. Apa saja bentuk pelanggaran yang sering dilakukan siswa?
3.Program apa yang sekolah lakukan untuk membina akhlak siswa?
4.Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam program tersebut?
5.Bagaimana kerja sama sekolah dengan guru dalam pembinaan akhlak siswa?
6.Apa saja tantangan yang dihadapi sekolah dalam pembinaan akhlak siswa?
7.Bagaimana solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi masalah tersebut?
Lampiran 3
Pedoman Wawancara Siswa
1.Bagaimana pendapat anda tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah?
2.Apakah Guru PAI sering memberikan nasihat tentang akhlak?
3.Bagaimana sikap Guru PAI dalam mebimbing siswa di sekolah?
4.Apa saja pengaruh media sosial terhadap perilaku siswa?
5.Apakah anda pernah mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah?
6.Apakah kegiatan tersebut membantu membentuk perilaku anda?
7.menurut anda, apa yang membuat siswa sulit disiplin di sekolah?
8.Saran apa yang anda berikan agar akhlak siswa lebih baik?
PENUTUP
engan mengucapkan syukur ke hadirat Allah Swt., penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini yang berjudul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa di Tengah Tantangan Pergaulan Remaja Era Digital di SMK PGRI 1 Sidoarjo”.
Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan proposal ini ke depannya.
Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.