A. Latar BelakangPendidikan merupakan salah satu usaha yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang dapat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter yang baik. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk kepribadian, moral, dan akhlak agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, serta memiliki perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berakhlakul karimah.Dalam dunia pendidikan, guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan bagi peserta didik. Sikap dan perilaku guru di lingkungan sekolah akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan akhlak dan kepribadian siswa. Seorang guru dituntut mampu memberikan contoh yang baik serta membimbing siswa agar memiliki perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan norma yang berlaku di masyarakat.Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam pembentukan akhlakul karimah siswa. Melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PAI bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki keimanan, ketakwaan, sikap religius, serta akhlak yang baik terhadap Allah SWT, guru, orang tua, teman, dan lingkungan sekitar.Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pembinaan akhlakul karimah menjadi hal yang sangat penting karena peserta didik berada pada masa remaja yang masih mengalami proses pencarian jati diri dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi, media sosial, dan pergaulan bebas dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perilaku siswa. Tidak sedikit siswa yang menunjukkan perilaku kurang baik di lingkungan sekolah, seperti berkata kurang sopan, kurang menghormati guru, datang terlambat, melanggar tata tertib sekolah, kurang disiplin dalam belajar, serta kurang memiliki kesadaran dalam menjaga sikap dan perilaku sehari-hari.Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina dan membentuk akhlakul karimah siswa. Guru PAI tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pembinaan moral dan spiritual kepada peserta didik. Dalam menjalankan perannya, guru PAI perlu melakukan berbagai upaya agar siswa mampu memahami pentingnya memiliki akhlak yang baik. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberian nasihat, keteladanan, pembiasaan perilaku baik, kegiatan keagamaan, pemberian motivasi, serta pendekatan secara personal kepada siswa.Pembinaan akhlakul karimah di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti budaya salam dan salim kepada guru, pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, kegiatan keagamaan, menjaga sopan santun terhadap guru dan teman, serta pembiasaan disiplin dalam menaati tata tertib sekolah. Dengan adanya pembinaan tersebut, diharapkan siswa mampu memiliki perilaku yang baik, bertanggung jawab, disiplin, serta menghormati guru dan sesama teman di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.Selain itu, keberhasilan pembinaan akhlakul karimah siswa tidak hanya bergantung pada guru PAI saja, tetapi juga membutuhkan kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar proses pembinaan akhlak siswa dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. Dengan adanya kerja sama tersebut, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pribadi yang memiliki akhlakul karimah.Berdasarkan hasil pengamatan awal di SMK PGRI 1 Sidoarjo, masih terdapat beberapa siswa yang menunjukkan perilaku kurang sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah, seperti kurang disiplin, kurang sopan dalam berbicara, serta kurang menghormati guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, peran guru Pendidikan Agama Islam sangat diperlukan dalam membina dan mengarahkan siswa agar memiliki perilaku yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlakul Karimah Siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo”. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran guru PAI dalam membina akhlakul karimah siswa, upaya-upaya yang dilakukan guru, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan akhlak siswa di sekolah.B. Rumusan Masalah1. Bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo? 2. Bagaimana upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo? 3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo?C. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian kualitatif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa di SMK PGRI 1 Sidoarjo. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata yang terjadi di lingkungan sekolah terkait perilaku siswa dan upaya guru PAI dalam melakukan pembinaan akhlak.Pendekatan deskriptif digunakan karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan secara sistematis dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas guru Pendidikan Agama Islam dan perilaku siswa di lingkungan sekolah.Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 1 Sidoarjo dengan subjek penelitian guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi dan perilaku siswa secara langsung di lingkungan sekolah. Wawancara dilakukan kepada guru Pendidikan Agama Islam dan beberapa siswa untuk memperoleh informasi mengenai pembinaan akhlakul karimah siswa. Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa foto, arsip, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian.Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih data yang sesuai dengan fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian deskriptif agar mudah dipahami, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan untuk memperoleh hasil penelitian berdasarkan data yang telah dianalisis.Apabila ditinjau dari tujuan penelitian, metode kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami peran guru Pendidikan Agama Islam serta kondisi akhlakul karimah siswa secara mendalam melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan.D. Tujuan Prenelitian 1. Kegunaan TeoritisPenelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya mengenai peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa di sekolah.2. Kegunaan Praktisa. Bagi SekolahPenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan pembinaan akhlakul karimah siswa di lingkungan sekolah.b. Bagi Guru Pendidikan Agama IslamPenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina serta membentuk akhlakul karimah siswa.c. Bagi SiswaPenelitian ini diharapkan dapat membantu siswa agar lebih memahami pentingnya memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.d. Bagi PenelitiPenelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan pengetahuan peneliti dalam melakukan penelitian ilmiah, khususnya mengenai pembinaan akhlakul karimah siswa.

Leave a Reply