KONSEP PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN

Pemateri : Mutiara Madina

kesimpulan dari Materi tersebut yaitu bahwa Pertumbuhan konteksnya adalah perubahan fisik (kuantitatif) sedangkan perkembangan konteksnya adalah perubahan kualitatif (psikologis, sosial, moral) dan Keduanya dinamis, saling terkait, dan berperan penting dalam pendidikan.

PERKEMBANGAN FISIK

Pemateri: Bunga Nahwafillah

kesimpulan dari Materi tersebut yaituPerkembangan fisik bersifat bertahap, multidimensional, dan sangat dipengaruhi faktor biologis, nutrisi, serta lingkungan. Perkembangan yang optimal mendukung kepercayaan diri, interaksi sosial, keseimbangan emosi, dan prestasi belajar. Pendidikan responsif terhadap perkembangan fisik penting untuk mencetak individu sehat, percaya diri, dan adaptif.

Q&A

  1. menurut erickson remaja ada pada fase krisis identitas, bagaiman krisis identitas ini relevan dengan krisis kesehatan mental pada remaja saat ini? Jawab: Relevansinya dengan fenomena krisis kesehatan mental remaja di Indonesia:1. Tekanan Sosial dan Budaya, Remaja di Indonesia menghadapi ekspektasi besar dari keluarga dan masyarakat (misalnya tentang pendidikan, karier, atau perilaku). Ketika tidak mampu memenuhi standar tersebut, remaja bisa mengalami kebingungan identitas, kecemasan, bahkan depresi.2. Pengaruh Media Sosial, Media sosial mempercepat proses perbandingan diri (social comparison). Jika identitas belum kokoh, remaja mudah merasa rendah diri, cemas, atau terjebak dalam pencarian validasi eksternal.3. Kurangnya Dukungan Emosional, Erikson menekankan pentingnya dukungan lingkungan.Di Indonesia, stigma terhadap masalah mental membuat sebagian remaja tidak mendapatkan ruang aman untuk berbicara, sehingga kebingungan identitas makin berat dan berisiko pada gangguan mental.4. Peran Pendidikan dan Keluarga, Sekolah dan keluarga yang kurang responsif terhadap minat serta bakat remaja dapat memperparah role confusion.Hal ini bisa memicu stres, perilaku menyimpang, atau isolasi sosial……Kan dikatakan lingkungan berperan penting, bagaimana jika lingkungannya buruk semua? Lingkungan memang berperan penting namun semua tergantung diri sendiri bagaimana ia mencerna baik atau buruk.
  2. Efek samping dari Konflik antara guru dan wali murid ke perkembangan anak? Jawaban: Efek samping dari konflik antara guru dan wali murid bisa berdampak cukup besar terhadap perkembangan anak, baik secara psikologis, sosial, maupun akademis. Beberapa dampaknya yaitu:1. Psikologis, Anak bisa merasa bingung, cemas, atau tertekan karena orang dewasa di sekitarnya (guru dan orang tua) tidak akur, timbul rasa tidak aman dan kehilangan kepercayaan pada lingkungan sekolah, Bisa muncul perasaan rendah diri jika konflik melibatkan dirinya secara langsung.2. Akademis, Konsentrasi belajar menurun karena anak lebih memikirkan konflik dibanding pelajaran, Motivasi belajar melemah jika anak merasa tidak didukung penuh oleh guru atau orang tua, Prestasi akademik bisa menurun akibat suasana belajar yang terganggu.3. Sosial, Anak bisa kehilangan teladan dalam menyelesaikan masalah secara dewasa, Hubungan dengan teman sebaya terganggu karena anak mungkin merasa malu atau terisolasi, Anak belajar pola penyelesaian konflik yang tidak sehat, seperti menyalahkan orang lain atau menghindar.4. Perkembangan Emosional, Anak berpotensi mudah marah, kecewa, atau mengalami stres berkepanjangan, Sulit membangun kepercayaan baik kepada guru maupun orang tua.
  3. Bagaimana kondisi alam berpengaruh pada perkembangan anak?Jawab: Kondisi alam punya pengaruh besar pada perkembangan anak, baik fisik, mental, maupun sosial.1. Kesehatan FisikAnak yang tumbuh di lingkungan dengan udara bersih, sinar matahari cukup, dan sumber air sehat biasanya memiliki daya tahan tubuh yang baik. Sebaliknya, anak yang tinggal di daerah rawan banjir, polusi, atau kekeringan lebih rentan sakit dan tumbuh kembangnya bisa terhambat.2. Nutrisi dan GiziKondisi alam menentukan ketersediaan makanan. Anak di daerah subur dengan hasil pertanian melimpah lebih mudah mendapat gizi seimbang. Sedangkan anak di daerah tandus atau rawan bencana sering mengalami kekurangan gizi, bahkan stunting.3. Aktivitas MotorikLingkungan alam yang luas, hijau, dan aman mendorong anak lebih aktif bergerak, berlari, dan bermain di luar. Ini sangat membantu perkembangan motorik kasar dan kesehatan fisik mereka.4. Perkembangan Sosial dan EmosionalAnak yang tumbuh di lingkungan alam yang tenang biasanya lebih rileks dan bahagia. Sementara anak di daerah rawan bencana bisa mengalami trauma, kecemasan, atau rasa takut yang menghambat perkembangan emosional.5. Kognitif dan KreativitasAlam memberi banyak rangsangan belajar. Anak yang sering berinteraksi dengan alam (misalnya melihat tumbuhan, hewan, atau perubahan cuaca) cenderung lebih kritis, kreatif, dan punya rasa ingin tahu tinggi.Jadi, kondisi alam bisa menjadi faktor pendukung atau penghambat perkembangan anak, tergantung kualitas lingkungan tempat mereka tumbuh.
  4. Setiap anak memiliki target pendidikan bagaimana jika ia terlambat “intelektual” apa keterkaitan dengan pendidikannya?Jawab: Berarti mengikuti umur perkembangan intelektualnya, tidak perlu menuntut untuk sampai pada umur aslinya, karna akan mengganggu psikologisnya dan orang tua juga harus memahami tumbuh kembang anak yang dapat menyesuaikan tumbuh kembang si anak.
  5. Lingkungan sekolah sangat berperan penting untuk perkembangan. Jika disekolah ada Guru killer, bullying, apakah masih dikatakan lingkungan sekolah itu berperan penting Jawab: Lingkungan sekolah memang berperan penting tapi tidak berperan utama, karena terdapat faktor lain yang tidak di sebutkan di makalah seperti faktor lingkungan, keluarga, dan masyarakat yang dapat membantu kejadian kejadian tersebut ketika terjadi
  6. Dalam konteks pendidikan, apa strategi yang dapat dilakukan guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi fisik peserta didik yang berbeda-beda (misalnya ada yang stunting, obesitas, atau cacat fisik)?Jawab:Guru perlu mengenali kondisi setiap siswa, apakah ada yang mengalami stunting, obesitas, atau memiliki keterbatasan fisik, Metode belajar harus disesuaikan. Anak dengan stunting diberi aktivitas ringan agar tidak cepat lelah. Anak obesitas diarahkan pada kegiatan fisik yang menyenangkan. Anak dengan keterbatasan fisik dibantu dengan media digital atau visual, Kelas harus bersifat inklusif, yaitu semua anak merasa diterima, tidak diejek, dan bisa bekerja sama dengan baik, Media pembelajaran sebaiknya kreatif, seperti video, permainan edukatif, atau teknologi interaktif, Guru bekerja sama dengan orang tua dan tenaga kesehatan untuk mendukung gizi, konseling, atau latihan khusus bagi siswa, Penilaian harus adil, tidak hanya menekankan kemampuan fisik, tetapi juga usaha, pemahaman, dan kreativitas, Nilai Islami perlu ditanamkan, yaitu bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai amanah dari Allah, sehingga semuanya layak dihargai.

Leave a Reply