[KELOMPOK 3]
MUHAMMAD FARHAN
AISYAH FADILLAH
AUREL GEBRANI MUHAMMAD ROEM
AYUNDA FAZA MAUDYA
BERLIANA OKTOBIANTI RAMADHYAH
DAFFA AL HARIS ARFIANSYAH
DAVINA KEISYA SHERA PUTRI
LAILATUL MAGHFIROH
LAYLI YATUN NI’MAH
MOH ABDUL AZIZ MASYKUR
muhammad Hafidl Ihsanuddin
Presentator : Muhammad Farhan
Moderator. : Davina Kaysha Sara Putri
Notulen. : Moh. Abdul Aziz Masykur
- (Davina Kaysha saraputri). Dampak pola asuh orang tua dalam pesikologi anak ?
- Jawaban: Sebagai calon pendidik, kita dapat menggunakan pola ajar yang sesuai dengan siswa zaman sekarang dengan beberapa cara, yaitu:
- Menggunakan teknologi dalam pembelajaran
- Pembelajaran berbasis proyek
- Pembelajaran berbasis masalah
- Diskusi kelompok
- Pembelajaran yang menyenangkan
- Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi
- Memberikan umpan balik yang konstruktif
- Mengembangkan keterampilan abad 21
Dengan demikian, kita dapat meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan keterampilan mereka, dan membantu mereka menjadi lebih siap menghadapi masa depan.
- (Aisyah Putri). Sebagai calon pendidik bagaimana cara kita menggunakan pola ajar yang sesuai dengan siswa zaman sekarang?
- Jawaban : Pola asuh orang tua dapat mempengaruhi psikologi anak. Pola asuh positif dapat membantu anak mengembangkan:
- Kepercayaan diri
- Keterampilan sosial
- Kemampuan emosi
Sementara pola asuh negatif dapat menyebabkan:
- Hambatan perkembangan emosi
- Risiko gangguan mental
- Hambatan perkembangan kognitif
Jenis pola asuh yang berdampak pada psikologi anak antara lain:
- Otoriter: membuat anak tidak percaya diri
- Permisif: membuat anak tidak disiplin
- Demokratis: membantu anak mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan dan tanggung jawab.
Pola asuh positif dapat membantu anak mengembangkan psikologi yang sehat dan kuat.
- (Moh Abdul Aziz Masykur).
Pola asuh orang tua yang selalu membandingkan perjalanan hidupnya dulu dengan memarahi dan membandingkan dengan anaknya, sangat berdampak pada rasa cemas anak dan bagaimana solusinya? -Jawaban : Pola asuh yang membandingkan anak dengan masa lalu dapat menyebabkan cemas dan kurangnya percaya diri. Solusinya: - Komunikasi efektif dan mendengarkan
- Penghargaan positif pada anak
- Bantuan emosi dan pengelolaan stres
- Pemberian contoh yang baik
- Membangun kepercayaan dan hubungan yang hangat.
- (Daffa Fasya)
Cara orang tua agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas? – Jawaban : Orang tua dapat mencegah anak dari pergaulan bebas dengan: - Komunikasi efektif
- Pantau aktivitas anak
- Tetapkan batasan
- Ajarkan nilai-nilai
- Contohkan perilaku baik
- Dukung kegiatan positif
- Waspadai tanda-tanda pergaulan bebas
Dengan melakukan hal-hal tersebut, orang tua dapat membantu anak menjadi individu yang sehat dan bertanggung jawab.
