Latar Belakang

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam efisiensi penyusunan perangkat pembelajaran. Namun, tidak semua platform AI mampu menghasilkan modul ajar yang sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka, kontekstual secara pedagogis, serta kaya konten keilmuan secara bersamaan.
Modul ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada materi Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. ini dikembangkan dengan memanfaatkan Claude, asisten AI generatif dari Anthropic. Dibandingkan dengan platform AI lainnya, Claude memiliki keunggulan dalam memahami instruksi yang kompleks, menghasilkan teks yang koheren dan mendalam, serta mampu menyusun dokumen terstruktur secara utuh (mulai dari identitas modul, tujuan pembelajaran, kegiatan berbasis Discovery Learning, instrumen asesmen, hingga lampiran LKPD dan glosarium) dalam satu alur kerja yang efisien.
Selain itu, penggunaan Claude memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan konten modul ajar secara fleksibel sesuai kebutuhan satuan pendidikan, tanpa memerlukan keahlian teknis khusus. Hal ini menjawab tantangan nyata yang dihadapi banyak guru, yaitu keterbatasan waktu dan sumber daya dalam menyusun perangkat ajar yang berkualitas tinggi sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka Fase E.
Berdasarkan latar belakang tersebut, dikembangkanlah media pembelajaran digital interaktif yang tidak hanya memuat konten materi secara komprehensif, tetapi juga menjadi model nyata bahwa pendidik dapat memanfaatkan AI (khususnya Claude) sebagai mitra profesional dalam merancang pembelajaran yang bermakna, efisien, dan berpusat pada peserta didik.

Tujuan

  • Menghasilkan modul ajar digital interaktif berbasis Kurikulum Merdeka pada materi Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. yang dikembangkan secara efisien menggunakan bantuan AI Claude dari Anthropic.
  • Menunjukkan keunggulan Claude sebagai platform AI dalam menghasilkan modul ajar yang terstruktur, pedagogis, dan kontekstual dibandingkan platform AI generatif lainnya.
  • Membantu pendidik menyusun perangkat ajar lengkap (mulai dari identitas modul, kegiatan pembelajaran, asesmen, hingga lampiran) secara cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas konten.
  • Meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik Fase E / Kelas X melalui media pembelajaran yang visual, interaktif, dan mudah diakses.
  • Mendorong adopsi pemanfaatan AI dalam praktik profesional guru sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan Indonesia

Metodologi

Tahap 1 Analisis Kebutuhan: Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran PAI & Budi Pekerti Fase E, menganalisis karakteristik peserta didik, menelaah Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, serta mengkaji keterbatasan media ajar yang tersedia di satuan pendidikan. Pada tahap ini juga dilakukan analisis komparatif platform AI untuk menentukan Claude sebagai alat bantu pengembangan yang paling sesuai.
Tahap 2 Perancangan Media: Merancang struktur dan komponen modul ajar meliputi: identitas modul, kompetensi awal, Profil Pelajar Pancasila, tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, skenario kegiatan Discovery Learning, instrumen asesmen, LKPD, bahan bacaan, glosarium, dan daftar pustaka. Perancangan dilakukan secara kolaboratif bersama Claude dengan menyusun prompt yang terstruktur dan terperinci.
Tahap 3 Produksi / Pengembangan: Memproduksi modul ajar digital interaktif berbasis web dengan memanfaatkan Claude sebagai mitra pengembangan konten. Seluruh komponen modul ditulis, distrukturisasi, dan divisualisasikan menggunakan keluaran Claude yang kemudian dirapikan dan disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan. Tahap ini membuktikan efisiensi Claude dalam menghasilkan dokumen pedagogis lengkap secara cepat dan berkualitas.
Tahap 4 Uji Coba: Melakukan uji coba media kepada guru mata pelajaran PAI dan peserta didik Fase E / Kelas X. Uji coba meliputi: (a) uji keterbacaan dan kelayakan konten oleh ahli materi dan ahli media, (b) uji coba terbatas pada kelompok kecil peserta didik, serta (c) uji coba lapangan di kelas. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket, dan wawancara.
Tahap 5 Evaluasi dan Revisi: Menganalisis data hasil uji coba untuk mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan media. Revisi dilakukan secara iteratif berdasarkan masukan dari ahli, guru, dan peserta didik. Produk akhir yang telah direvisi dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran PAI & Budi Pekerti Fase E pada materi Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.

Luaran Produk

Produk yang dihasilkan terdiri atas komponen-komponen berikut:

  • Modul Ajar Digital Interaktif Modul ajar berbasis web yang memuat Informasi Umum, Kompetensi Awal, Profil Pelajar Pancasila, Sarana & Target Peserta Didik, Tujuan Pembelajaran, Pertanyaan Pemantik, Kegiatan Pembelajaran model Discovery Learning, dan Asesmen untuk Fase E / Kelas X PAI & Budi Pekerti materi Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) LKPD terstruktur yang mendukung kegiatan Discovery Learning, meliputi tabel biografi, peta kebijakan, analisis nilai keteladanan, dan lembar refleksi diri 3-2-1.
  • Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Ringkasan materi tentang biografi, masa kepemimpinan, kebijakan strategis, dan nilai keteladanan Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. yang disajikan secara sistematis dan mudah dipahami.
  • Instrumen Asesmen Soal pilihan ganda, soal uraian, dan rubrik penilaian untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, dilengkapi panduan pengayaan dan remedial.
  • Glosarium dan Daftar Pustaka Glosarium istilah-istilah kunci (khalifah, zuhud, tahkim, khawarij, ilmu nahwu, dll.) serta daftar pustaka rujukan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply