NOTULENSI
KELOMPOK 2

FAWWAZ DZUL FIRDAUS
SITI NUR SYOFIAH
SYAIKHURRIDLO FIRMANSYAH
SOFIYA FATMA ANGGRAINI
MUTIARA MADINA
ZAKIYA ALYSSA AZZAHRA
INDRARESATIKA ISMI SHOLIKHAH
ATHA IVANA
MUHAMMAD BURHAN ASHFIYA’
ANNISA’ ZHAFIRAH HAIDAR
AHMAD AZZAM AYYASY

PEMAKALAH: FAWWAZ DZUL FIRDAUS
MODERATOR: SYAIKHURRIDLO FIRMANSYAH
NOTULEN: MUTIARA MADINA

PERTANYAAN DAN JAWABAN

  1. bagaimana peran orangtua dalam memberikan stimulasi awal terhadap perkembangan kognitif anak usia TK?
    jawaban:
    Peran orang tua dalam memberikan stimulasi awal terhadap perkembangan kognitif anak usia TK sangat penting, karena orang tua adalah pendidik pertama bagi anak. Melalui interaksi sehari-hari seperti mengajak berbicara, membacakan cerita, mengenalkan angka, warna, dan bentuk, orang tua menanamkan dasar kemampuan berpikir. Orang tua juga memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi, bermain, dan bertanya, sehingga rasa ingin tahunya berkembang. Dukungan, kasih sayang, serta lingkungan rumah yang kondusif membuat anak lebih mudah memahami hal baru, melatih ingatan, konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Dengan demikian, stimulasi awal dari orang tua menjadi pondasi utama bagi perkembangan kognitif anak sebelum masuk ke pendidikan formal.
  2. pemberian vitamin dan susu apakah mempengaruhi stimulus anak?
    jawaban:
    Vitamin dan susu berperan penting dalam menunjang tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental. Kandungan vitamin membantu menjaga kesehatan otak, saraf, dan daya tahan tubuh.Susu juga kaya akan kalsium, protein, serta zat gizi lain yang berperan dalam pertumbuhan tulang, otak, dan otot. Anak yang rutin mengonsumsi susu cenderung memiliki energi yang cukup, lebih aktif, serta lebih mudah berkonsentrasi. Kondisi ini membuat anak lebih tanggap dalam belajar, bermain, dan berinteraksi sosial.vitamin dan susu tidak langsung menciptakan stimulus, tetapi keduanya membantu menyiapkan tubuh dan otak anak agar bisa menyerap, memproses, dan merespon stimulus dengan baik.
  3. peran orangtua dalam perkembangan kognitifnya, lantas bagaimana jika kedua orangtuanya memiliki masalah dalam hubungan suami istri?
    jawaban:
    Hubungan orang tua yang penuh konflik sering menciptakan suasana rumah yang tidak kondusif. Anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan pertengkaran, komunikasi yang buruk, atau ketegangan emosional terus-menerus cenderung mengalami stres. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi fungsi otak, khususnya bagian yang berhubungan dengan perhatian, daya ingat, dan kemampuan berpikir.Lingkungan keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman untuk anak bereksplorasi dan memperoleh stimulus positif. Namun jika suasana dipenuhi konflik, anak kehilangan kesempatan untuk belajar secara tenang. Dalam jangka panjang, masalah dalam hubungan suami istri dapat menurunkan motivasi belajar, menghambat perkembangan bahasa, bahkan memengaruhi kemampuan berpikir kritis dan sosial anak.
  4. bagaimana peran orangtua dan guru dalam perkembangan kognitif anak usia TK-SD?
    jawaban:
    Peran orang tua dan guru sangat penting dalam perkembangan kognitif anak sejak TK sampai SD. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama yang memberi stimulasi awal melalui kasih sayang, pembiasaan, serta lingkungan rumah yang mendukung rasa ingin tahu anak. Sementara itu, guru di TK dan SD berperan memberi pengalaman belajar yang terstruktur, mengenalkan konsep dasar (membaca, menulis, berhitung, sains sederhana), serta mengarahkan anak untuk berpikir kritis dan kreatif. Kolaborasi keduanya menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga perkembangan kognitif anak dapat berkembang optimal.

Leave a Reply