AHMAD FAKHRIAN IZZUDDIN
AHMAD MUHYIDIN AL HAQQONI
AHMAD AZZAM AYYASY
INDRARESATIKA ISMI SHOLIKHAH
ALAWIYATUS SOFANIN
M. KHILMI JAZAUL AUFAR
FAWWAZ DZUL FIRDAUS
M. IKHWANUL KHOIR
SYAUQI AHMAD KHOIRUMAN
ROBIAH IVADATUN NISA
ZIA DATUL AMALIA
ANIS ALAWY

Moderator: Anis Alawy
Pemakalah: AHMAD FAKHRIAN IZZUDDIN

Pertanyaan 1: Introvert dan Ekstrovert merupakan faktor hereditas atau lingkungan, dan apakah bisa berubah?
Jawaban: Karakter introvert dan ekstrovert pada dasarnya memiliki dasar hereditas karena terbentuk dari faktor genetik. Namun, dalam pandangan Islam dan melalui pendekatan konvergensi, faktor lingkungan juga turut memengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Dengan demikian, meskipun ada kecenderungan bawaan, sifat tersebut tetap dapat berkembang atau berubah sesuai pengalaman dan lingkungannya.

Pertanyaan 2: Bagaimana peran guru untuk memaksimalkan potensi siswa dari faktor hereditas dan lingkungan?
Jawaban: Guru berperan penting dalam mengenali potensi bawaan siswa (hereditas) sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan memahami keunikan setiap individu, guru dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang tepat, membimbing, dan memfasilitasi siswa agar potensi mereka berkembang secara optimal.

Pertanyaan 3: Apakah strategi pemerintah sudah efektif dalam memaksimalkan potensi siswa?
Jawaban: Sebagian berpendapat bahwa strategi pemerintah sudah efektif karena setiap kebijakan pendidikan, termasuk kurikulum terbaru seperti deep learning, dirancang untuk mengarahkan siswa pada pengembangan potensi terbaik mereka. Namun, sebagian lain menilai belum efektif, karena dalam praktiknya masih banyak fenomena pendidikan yang lebih menekankan pada pencetakan lulusan sebagai pegawai atau karyawan, bukan pada pengembangan kemandirian dan kreativitas siswa.

Kesimpulan Diskusi

Diskusi ini menegaskan bahwa sifat introvert dan ekstrovert memiliki dasar hereditas tetapi tetap dapat dipengaruhi lingkungan. Guru berperan penting dalam menyeimbangkan faktor bawaan dan lingkungan demi mengoptimalkan potensi siswa. Sementara itu, strategi pemerintah dalam pendidikan masih menjadi perdebatan: secara konsep sudah mengarah pada pengembangan potensi siswa, namun praktik di lapangan masih menghadapi tantangan yang membuat tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai.

Leave a Reply