Pemateri 1 : Muthia Arin Shafa
Pemateri 2 : Mutiara Madina
Moderator : Intan Munadifa
Notulensi : Nabilah Salsabilah

Pemateri 1 membahas tentang kejiwaan manusia.
Kejiwaan manusia dapat dipahami sebagai keseluruhan aktivitas dan proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Sifat kejiwaan manusia, menurut John Amos Comenius, terbagi menjadi tiga:

  1. Sifat biologis menunjukkan bahwa manusia berkembang melalui proses alamiah, seperti makhluk hidup lainnya.
  2. Sifat hewani mencakup emosi, dorongan, dan naluri, yang berhubungan erat dengan kesenangan dan penderitaan.
  3. Sifat intelektual menggambarkan kemampuan berpikir, menimbang baik dan buruk, serta mengendalikan perilaku.
    Aktivitas kejiwaan manusia merupakan proses mental yang saling terhubung dan membentuk perilaku, mencakup aspek sadar maupun tidak sadar seperti, pengambilan keputusan. Aktivitas ini bersifat dinamis, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, serta berkembang sepanjang hidup. Ketidakseimbangan dalam aktivitas kejiwaan dapat memicu gangguan psikologis, sementara pemahaman mendalam terhadapnya penting bagi pendidik dan praktisi untuk merespons kondisi batin manusia secara utuh dan bermartabat.

Pemateri 2 membahas tentang IQ, SQ, dan EQ
IQ, EQ, dan SQ merupakan tiga kecerdasan yang memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam membentuk kepribadian manusia yang utuh. IQ berhubungan dengan kemampuan berpikir logis, analitis, serta pemecahan masalah yang menjadi dasar dalam prestasi akademik, EQ berperan dalam kemampuan mengendalikan emosi, memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat, sedangkan SQ memberikan arah, makna, dan nilai hidup yang lebih mendalam sehingga seseorang mampu menjalani kehidupan dengan penuh kebijaksanaan. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, karena kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa didukung kecerdasan emosional dan spiritual. Pendidik harus dapat mengintegrasikan ketiga tersebut, Dengan keseimbangan tersebut peserta didik dapat berkembang secara optimal menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, bijaksana, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat.

Pertanyaan:

  1. Dalam makalah dijelaskan 3 kognisi, emosi, dan konasi apabila salah satu dari ketiga tersebut tidak ada apakah berpengaruh pada psikologis seseorang.
    Jawaban: Ketiga harus seimbang dan terintegrasi, karena ketika salah satunya tidak ada bisa kemungkinan terjadi nya brain out.
  2. Apakah manusia memiliki kehendak bebas ataukah segala tindakan manusia sudah ditentukan oleh faktor-faktor luar? Bagaimana hal ini mempengaruhi tanggung jawab moral manusia?
    Jawaban: sebagai manusia memiliki kebebasan dalam memilih seperti dia mau memiliki perilaku dalam berbuat kebaikan. Tetapi . Ketika dalam lingkup keluarga maka diatur dengan moral2 yang tercipta dalam lingkungan tersebut.
  3. Bagaimana menyeimbangkan antara IQ, SQ, dan EQ dan bagaimana strateginya?Jawaban: Menyeimbangkan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) berarti mengembangkan kecerdasan secara utuh: akal, hati, dan jiwa. Kalau salah satunya terlalu dominan, perkembangan pribadi bisa timpang. Berikut cara menyeimbangkannya: 1) Mengembangkan IQ (Kecerdasan Intelektual). Membiasakan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Melatih logika melalui diskusi, pemecahan masalah, atau permainan strategi. Terus belajar hal baru, baik akademik maupun keterampilan praktis. Tujuannya agar dapat berpikir rasional, analitis, dan kreatif; 2) Mengembangkan EQ (Kecerdasan Emosional). Belajar memahami dan mengendalikan emosi (tidak meledak-ledak, tidak tertekan berlebihan). Melatih empati: mendengarkan orang lain dengan tulus. Menjaga hubungan sosial yang sehat (kerja sama, komunikasi, menghargai perbedaan).Tujuannya: mampu menghadapi tantangan dengan tenang dan membangun relasi yang baik; 3) Mengembangkan SQ (Kecerdasan Spiritual). Mendekatkan diri kepada Tuhan (ibadah, doa, refleksi). Memahami makna hidup.

    Leave a Reply