KELOMPOK A MEMAHAMI REGULASI KEMENDIKBUDRISTEK DAN KEMENAG

Pemakalah : Nur jannah

Moderator : ADHISWAR AZIZI

Notulen : Ghaitsha Zahira Shofa Kesimpulan pemakalah Secara sederhana, kebijakan nasional tentang evaluasi pembelajaran menegaskan bahwa penilaian bukan hanya untuk melihat nilai akhir peserta didik, tetapi juga untuk memperbaiki proses pembelajaran agar lebih berkualitas. Aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan bahwa evaluasi harus mencakup pengetahuan, sikap, dan karakter, tidak hanya aspek akademik saja. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi diarahkan untuk menilai pemahaman ajaran Islam, sikap religius, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang prinsip dan tujuan evaluasi sangat penting bagi guru dan calon guru agar dapat melaksanakan penilaian yang sesuai regulasi dan benar-benar berfungsi untuk membina serta meningkatkan mutu pendidikan.

Sesi diskusi/ tanya jawabPertanyaan Diskusi:Bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat menerapkan sistem evaluasi yang tidak hanya mengukur pemahaman materi, tetapi juga benar-benar menilai dan membentuk sikap religius serta pengamalan nilai-nilai Islam sesuai kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia?Jawaban:Guru PAI dapat menerapkan evaluasi yang komprehensif dengan mengintegrasikan asesmen kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Penilaian tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi juga melalui observasi sikap, jurnal refleksi, praktik ibadah, proyek keagamaan, serta penilaian perilaku sehari-hari peserta didik. Guru juga perlu menggunakan asesmen formatif secara berkelanjutan agar dapat memantau perkembangan karakter dan memberikan umpan balik yang membina. Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan lingkungan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan nyata. Dengan pendekatan ini, evaluasi benar-benar menjadi sarana pembinaan karakter dan peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar pemberian angka.

Leave a Reply