Kelompok 2 Psikologi Perkembangan PAI-B

Perkembangan Sosial Emosional Usia SMP-SMA
Pemakalah: NADIAH SALMA FAIRUZAH
Moderator: NUR JANNAH
Notulen: SYAHRIN NURUL KHASANAH
Pertanyaan
- Nur Jannah
Sejauh mana kegagalan regulasi emosi menjadi akar perilaku kriminal dan bgmn penerapan sosial emosional learning di sekolah dapat mengurangi resiko tsb - Abdillah Safira
Apa kaitannya pencarian jati diri dg regulasi emosi tntng yg saluran tv yg sedang viral
Jawaban
- Kegagalan regulasi emosi dapat memicu perilaku impulsif, agresif, hingga kriminal karena emosi negatif tidak dikelola dengan sehat. Social Emotional Learning (SEL) di sekolah membantu mencegah hal ini dengan melatih siswa mengenali, mengendalikan emosi, berempati, dan mengambil keputusan bijak, sehingga mengurangi risiko perilaku menyimpang dan membentuk karakter positif.
- Kasus Al Khoziny mencerminkan pencarian jati diri yang tidak diimbangi regulasi emosi. Keinginan tampil dan diakui membuat remaja mudah bertindak impulsif demi perhatian publik. Tanpa pengendalian emosi, pencarian jati diri bisa berujung pada perilaku kontroversial, sehingga pendidikan emosi seperti Social Emotional Learning penting untuk menyalurkannya secara positif.
Kesimpulan
Masa remaja (SMP–SMA) merupakan fase transisi penting yang ditandai oleh perkembangan sosial dan emosional yang pesat. Remaja belajar memahami perbedaan individu, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengembangkan kemandirian dari keluarga. Secara emosional, mereka menghadapi perubahan suasana hati, peningkatan empati, dan tantangan dalam mengelola perasaan. Hubungan dengan teman, keluarga, guru, dan media digital membentuk identitas sekaligus menimbulkan peluang serta risiko seperti tekanan sosial dan konflik nilai. Oleh karena itu, dukungan keluarga, sekolah, dan intervensi psikologis sangat diperlukan agar remaja berkembang sehat. Pendidikan karakter, pembelajaran sosial-emosional (SEL), dan terapi kognitif-perilaku menjadi strategi efektif untuk membangun regulasi emosi dan keterampilan sosial. Dengan pengelolaan yang tepat, remaja akan tumbuh dengan identitas kuat, empati tinggi, dan karakter berintegritas.