Gejala kejiwaan
KELOMPOK 2
muhammad Hafidl Ihsanuddin
DIMAS ADITYA PRAYOGA
IID NUR SAIDAH
DAFFA AL HARIS ARFIANSYAH
AYUNDA FAZA MAUDYA
NABILAH NAILATUL IZZAH
CHOLIFAH NUR IMAMA AULIA
ALYA ZAHRATUL FIRDAUSIYAH
DAVINA KEISYA SHERA PUTRI
ERY WAHYU SETIAWAN
IKA SOFIA RAHMA  
Moderator : Daffa Al Haris Afriansyah
Notulen : Ika Sofia Rahma
Pemateri 1 : Dimas Aditya Prayoga
Pemateri 2 : Muhammad Hafidl Ihsanuddin
Berikut adalah hasil diskusi dari kelompok 2
                                                                                    

  1. Apa maksud dari menilai dalam gejala kejiwaan kognisi? dan contohnya!
  2. Bagaimana cara mengurangi emosi negatif?
  3. Dalam pengambilan moral, bagaimana keempat aspek ini bekerja secara bersamaan dan mana yang paling dominan?
    Jawaban dari pertanyaan tersebut : 1.Kognisi dalam gejala kejiwaan adalah proses menilai cara berpikir dan memahami sesuatu untuk memperoleh pengetahuan serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. 2.Cara mengurangi emosi negatif yaitu dengan menyadari dan menerima emosi, mengekspresikannya secara aman, menenangkan diri, mengubah pola pikir, menyalurkan energi ke aktivitas positif, menjaga keseimbangan hidup, dan memperkuat aspek spiritual. 3.Dalam pengambilan moral, kognisi menilai benar–salah, emosi memberi dorongan hati, konasi mendorong tindakan, dan campuran menyeimbangkan hasilnya. Keempat aspek saling melengkapi, tetapi kognisi umumnya paling dominan karena mengarahkan tindakan agar sesuai dengan nilai moral dan logika.

Ini adalah beberapa pertanyaan dari materi kedua yang disampaikan pemateri selanjutnya :

  1. Bagaimana peran orang tua dalam perkembangan anak usia dini?
  2. Apa itu golden age?
  3. Bagaimana hubungan antara perkembangan emosional dan moral pada anak usia sekolah dasar dalam membentuk kepribadian sosial mereka?
    Dan berikut adalah jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut : 1.Peran orang tua dalam perkembangan anak usia dini adalah sebagai pendidik, teladan, pembimbing, dan pemberi kasih sayang yang menciptakan lingkungan positif untuk tumbuh kembang optimal anak. 2.Perkembangan anak usia 0–6 tahun, ketika otak dan seluruh aspek kepribadian berkembang sangat pesat. Masa ini merupakan pondasi bagi keberhasilan anak di masa depan, sehingga membutuhkan perhatian, stimulasi, dan kasih sayang yang optimal dari orang tua dan lingkungan. 3.Perkembangan emosional dan moral pada anak usia dasar memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung dalam membentuk kepribadian sosial. Anak yang mampu mengelola emosinya dengan baik dan memahami nilai-nilai moral akan tumbuh menjadi pribadi yang empatik, bertanggung jawab, dan mudah bergaul dalam lingkungan sosialnya.
    Jadi kesimpulannya adalah bahwa perkembangan kejiwaan dan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh proses kognitif, emosional, moral, serta peran orang tua dalam memberikan pendidikan dan lingkungan yang positif. Kognisi membantu anak berpikir dan menilai benar–salah, emosi menjadi dasar pengendalian diri, dan moral membentuk sikap serta tanggung jawab sosial. Pada masa usia dini, ketika perkembangan otak dan kepribadian berlangsung pesat, perhatian, kasih sayang, serta bimbingan orang tua berperan penting dalam menumbuhkan anak yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan berakhlak baik.

Leave a Reply