Perkembangan sosial emosional remaja smp sma
pemateri: Wahibatul Masulah
moderator: Atha Ivana
notulen: Mutiara Madina
Kesimpulannya, perkembangan sosial-emosional remaja pada masa SMP hingga SMA merupakan tahap penting dalam pembentukan kepribadian. Pada masa ini, remaja sedang belajar mengenal dan memahami diri sendiri, mengendalikan emosi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Mereka mulai mencari jati diri, ingin lebih mandiri, dan membangun hubungan yang lebih luas dengan teman sebaya. Selain itu, remaja juga mulai mengembangkan nilai-nilai moral dan empati terhadap orang lain. Dengan bimbingan yang tepat, proses ini membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang dewasa, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi secara sehat dalam masyarakat.
pertanyaan ke-1 (Zakiya Alyysa Azzahra)
Perkembangan sosial emosinoal remaja smp sma ditandai dg apa?
Remaja mulai mencari jati diri, ingin tahu siapa dirinya dan bagaimana ia ingin dilihat oleh orang lain. Mereka juga lebih dekat dengan teman sebaya dan mulai tertarik pada lawan jenis. Dalam hal emosi, remaja sering mengalami emosi yang berubah-ubah dan sedang belajar mengendalikan diri. Selain itu, mereka ingin lebih mandiri dari orang tua dan mulai belajar mengambil keputusan sendiri. Secara moral, remaja mulai memikirkan mana yang benar dan salah berdasarkan pendapat pribadi, serta mulai peduli terhadap orang lain dan lingkungan sosialnya.
pertanyaan ke-2 (Soleha Amalia)
Bagaimana pengaruh media sosial terhadap pembentukan jati diri remaja?
Media sosial sangat berpengaruh karena remaja sering meniru gaya hidup, cara berpikir, dan nilai-nilai yang mereka lihat di dunia maya. Hal ini bisa membantu mereka menemukan jati diri, tapi juga bisa membuat mereka bingung atau minder jika terlalu membandingkan diri dengan orang lain. Jadi, perlu bimbingan agar bisa menggunakan media sosial secara bijak.
pertanyaan ke-3 (Muhammad Burhan Ashfiya)
Bagaimana cara orang tua memberi kebebasan tapi tetap membimbing remaja?
Orang tua sebaiknya tidak terlalu mengekang, tapi juga tidak membiarkan sepenuhnya. Caranya dengan mendengarkan, memberi kepercayaan, dan tetap memantau secara halus. Remaja butuh ruang untuk mandiri, tapi tetap perlu tahu bahwa orang tua siap membantu saat dibutuhkan.
pertanyaan ke-4 (Muhammad Azzam Ayyasy)
Apakah pergaulan teman sebaya selalu membawa hal baik bagi remaja?
Tidak selalu. Teman sebaya bisa memberi pengaruh positif seperti dukungan dan semangat, tapi juga bisa membawa pengaruh buruk jika lingkungannya negatif. Karena itu, remaja perlu belajar memilih teman yang bisa membuat mereka berkembang ke arah yang baik.
pertanyaan ke-5 (Sofiya Fatma Anggraini)
Bagaimana guru bisa membantu remaja mengendalikan emosi?
Guru bisa membantu dengan menjadi pendengar yang baik, memberi contoh sikap tenang, dan menciptakan suasana kelas yang nyaman. Guru sebaiknya tidak langsung menghukum saat siswa marah, tapi membantu mereka memahami dan mengelola emosinya dengan cara yang sehat.
