KOMPARASI LENGKAP LIMA MODEL PENGEMBANGAN DALAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (RESEARCH AND DEVELOPMENT / R&D) DAN DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN (INSTRUCTIONAL SYSTEMS DESIGN / ISD)
Diajukan untuk melengkapi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian R&D
Dosen Pembimbing
Dr. Saifuddin,M.P.d
Disusun Oleh :
SIGIT MUJIONO
PRODI MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PASCASARJANA UNIVERSITAS KH ABDUL CHALIM MOJOKERTO
2026 – 2027
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, makalah komparasi komprehensif yang berjudul “Komparasi Lima Model Pengembangan: ADDIE, Borg & Gall, 4D, Plomp/EDR, dan Dick & Carey serta Panduan Pemilihannya” ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun secara mendalam dan terstruktur guna memenuhi tugas akademik dalam mata kuliah Teknologi Pembelajaran, Metodologi Penelitian Pendidikan, serta Desain Sistem Pembelajaran. Topik ini memegang peranan vital bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan dalam merancang, mengembangkan, serta memvalidasi produk atau intervensi pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.
Penyusunan makalah ini merangkum dan memperluas pembahasan dari berbagai aspek krusial, mulai dari landasan filosofis, rincian tahapan operasional masing-masing model, analisis komparatif dalam bentuk matriks multidimensi, hingga panduan strategis dalam memilih model yang tepat berdasarkan tujuan, konteks, dan sumber daya penelitian.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah mendalam ini tidak lepas dari dukungan, referensi literatur yang kaya, serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kritik yang membangun serta saran konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan karya ilmiah ini di masa mendatang. Semoga makalah komparasi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pembelajaran di lapangan.
DAFTAR ISI
- KATA PENGANTAR
- DAFTAR ISI
- BAB I: PENDAHULUAN
- 1.1 Latar Belakang Masalah
- 1.2 Rumusan Masalah
- 1.3 Tujuan Pembelajaran dan Penulisan
- 1.4 Ruang Lingkup Materi Pokok
- 1.5 Metode Pembelajaran dan Strategi Diskusi
- 1.6 Asesmen dan Luaran Pembelajaran
- BAB II: LANDASAN TEORETIS PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) DAN DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN (ISD)
- 2.1 Hakikat Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dalam Pendidikan
- 2.2 Hubungan Antara Instructional Systems Design (ISD) dan Model Pengembangan
- 2.3 Paradigma Positivistik vs. Konstruktivistik dalam Pemilihan Model Pengembangan
- BAB III: KAJIAN MENDALAM MODEL-MODEL PENGEMBANGAN
- 3.1 Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation)
- 3.2 Model Borg & Gall (The 10-Step R&D Cycle)
- 3.3 Model 4D (Four-D Model oleh Thiagarajan dkk.)
- 3.4 Model Plomp / Educational Design Research (EDR)
- 3.5 Model Dick & Carey (System Approach Model)
- BAB IV: ANALISIS KOMPARATIF LIMA MODEL PENGEMBANGAN
- 4.1 Matriks Komparasi Multidimensi Lima Model Pengembangan
- 4.2 Analisis Persamaan Fundamental Antar-Model
- 4.3 Analisis Perbedaan Kritis (Filosofi, Kompleksitas, dan Produk Sasaran)
- 4.4 Analisis Kelebihan dan Kekurangan Komparatif
- BAB V: PANDUAN STRATEGIS MEMILIH MODEL PENGEMBANGAN BERDASARKAN TUJUAN, KONTEKS, DAN SUMBER DAYA
- 5.1 Analisis Variabel Penentu Pemilihan Model (Tujuan, Konteks, Sumber Daya)
- 5.2 Matriks Keputusan Pemilihan Model untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi
- 5.3 Studi Kasus Pendekatan Case-Based Learning: Simulasi Pemilihan Model dalam Riset Nyata
- BAB VI: PENUTUP
- 6.1 Kesimpulan Komprehensif
- 6.2 Implikasi Akademis dan Praktis
- 6.3 Saran dan Rekomendasi Lanjutan
- DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia pendidikan modern berada dalam gelombang transformasi yang menuntut inovasi berkelanjutan, baik dalam bentuk perangkat pembelajaran, media digital interaktif, model pedagogis, strategi instruksional, maupun kurikulum institusional. Untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berbasis intuisi melainkan teruji secara ilmiah, dunia pendidikan mengadopsi pendekatan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development / R&D) serta Desain Sistem Pembelajaran (Instructional Systems Design / ISD).
Namun, dalam praktiknya, seringkali peneliti pemula, mahasiswa tingkat sarjana maupun pascasarjana, menghadapi kebingungan dalam menentukan kerangka kerja (framework) mana yang paling valid untuk diadopsi. Literatur pendidikan menawarkan berbagai model pengembangan yang sangat populer, di antaranya adalah Model ADDIE, Model Borg & Gall, Model 4D, Model Plomp (Educational Design Research / EDR), dan Model Dick & Carey.
Setiap model ini lahir dari mazhab pemikiran, tradisi teoretis, dan konteks aplikasi yang berbeda-beda. Model ADDIE menawarkan fleksibilitas modular yang tinggi; Borg & Gall menyediakan siklus industri 10 langkah yang sangat ketat dan teruji secara empiris; Model 4D sangat bersahabat bagi pengembangan perangkat pembelajaran mikro di kelas; Plomp/EDR menjembatani kesenjangan teoretis dan praktis dalam memecahkan masalah kelas yang kompleks; sementara Dick & Carey menawarkan pendekatan sistem menyeluruh (system approach) yang logis dan konsisten secara internal.
Kesalahan dalam memilih model pengembangan dapat berakibat fatal, seperti ketidaksesuaian antara prosedur metodologis dengan ketersediaan waktu dan anggaran, ketidaksinkronan antara instrumen asesmen dengan tujuan instruksional, hingga kegagalan produk dalam mencapai validitas praktis dan keefektifan di lapangan. Oleh karena itu, makalah komparasi komprehensif ini disusun untuk mengkaji, membandingkan, dan memberikan panduan strategis pemilihan model secara proporsional.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
- Bagaimanakah tahapan operasional dan karakteristik utama dari kelima model pengembangan (ADDIE, Borg & Gall, 4D, Plomp/EDR, dan Dick & Carey)?
- Apa saja persamaan dan perbedaan fundamental di antara kelima model pengembangan tersebut?
- Bagaimanakah argumen dan kriteria strategis dalam memilih model pengembangan yang sesuai berdasarkan tujuan, konteks, dan sumber daya penelitian?
1.3 Tujuan Pembelajaran dan Penulisan
Sesuai dengan kerangka pembelajaran, tujuan penulisan makalah ini meliputi:
- Menjelaskan tahapan setiap model pengembangan secara rinci, sistematis, dan mendalam.
- Menganalisis persamaan dan perbedaan dari kelima model pengembangan melalui pendekatan komparatif matriks multidimensi.
- Memilih model pengembangan yang tepat sesuai dengan kebutuhan riset, konteks institusional, serta ketersediaan sumber daya (waktu, biaya, dan kapabilitas peneliti).
1.4 Ruang Lingkup Materi Pokok
Lingkup materi yang dibahas secara komprehensif dalam makalah ini mencakup:
- Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).
- Model Borg & Gall (The 10-Step Research and Development Cycle).
- Model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate oleh Thiagarajan dkk.).
- Model Plomp / Educational Design Research (EDR) (Preliminary Research, Prototyping, Assessment).
- Model Dick & Carey (The Systems Approach Model).
1.5 Metode Pembelajaran dan Strategi Diskusi
Penyusunan makalah ini dirancang selaras dengan skenario Metode Pembelajaran yang kolaboratif dan berbasis masalah, meliputi:
- Presentasi Mahasiswa: Pemaparan konseptual secara kritis oleh kelompok studi.
- Collaborative Learning: Diskusi kelompok untuk membedah kekuatan dan kelemahan masing-masing model.
- Diskusi Komparatif: Analisis silang matriks model guna menemukan irisan dan titik temu teoretis.
- Case-Based Learning: Pemecahan skenario kasus nyata di lapangan untuk menguji ketepatan pemilihan model pengembangan.
1.6 Asesmen dan Luaran Pembelajaran
Luaran (output) konkret dari proses pembelajaran dan penyusunan materi ini mencakup:
- Dokumen makalah komparasi lima model secara utuh dan mendalam.
- Matriks perbandingan model multidimensi (multidimensional comparison matrix).
- Argumen akademis pemilihan model (model selection justification) yang teruji secara metodologis.
BAB II
LANDASAN TEORETIS PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) DAN DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN (ISD)
2.1 Hakikat Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dalam Pendidikan
Penelitian dan Pengembangan (Research and Development / R&D) dalam bidang pendidikan bukanlah sekadar penelitian murni (pure research) yang bertujuan menemukan teori baru, atau penelitian terapan semata. R&D adalah proses industri atau siklus iteratif yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk pendidikan. Menurut Borg & Gall (1983), tujuan utama R&D adalah menemukan pengetahuan baru melalui riset dasar, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menciptakan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada, yang dapat berupa bahan ajar, media, program pelatihan, modul, sistem manajemen pembelajaran, maupun instrumen evaluasi.
Produk hasil R&D harus melalui siklus uji kualitas yang ketat, yang umumnya meliputi:
- Studi pendahuluan atau analisis kebutuhan empiris.
- Pengembangan prototipe awal berdasarkan spesifikasi teoretis.
- Uji coba lapangan secara berjenjang (dari skala terbatas hingga luas).
- Revisi berulang berdasarkan evaluasi formatif.
- Uji keefektifan dan desiminasi produk akhir.
2.2 Hubungan Antara Instructional Systems Design (ISD) dan Model Pengembangan
Desain Sistem Pembelajaran (Instructional Systems Design / ISD) adalah prosedur terorganisasi yang mencakup langkah-langkah penganalisisan, perancangan, pengembangan, implementasi, and evaluasi pembelajaran sebagai suatu sistem yang utuh dan saling berinteraksi. Model-model pengembangan seperti ADDIE dan Dick & Carey pada dasarnya merupakan manifestasi nyata dari kerangka kerja ISD.
Dalam perspektif ISD, pembelajaran dipandang bukan sebagai peristiwa terisolasi, melainkan sebagai ekosistem makro di mana pembelajar, instruktur, materi, media, strategi, lingkungan belajar, dan alat evaluasi bekerja secara sinergis. Oleh karena itu, model pengembangan yang berorientasi sistem (system approach) memastikan bahwa setiap komponen memiliki keselarasan internal (internal consistency), di mana rumusan tujuan pembelajaran menentukan bentuk instrumen asesmen, yang kemudian menentukan strategi dan materi pembelajaran yang dikembangkan.
2.3 Paradigma Positivistik vs. Konstruktivistik dalam Pemilihan Model Pengembangan
Pilihan terhadap suatu model pengembangan seringkali mencerminkan paradigma epistemologis peneliti:
- Paradigma Positivistik / Empiristik: Cenderung diwakili oleh model-model linier ketat seperti Borg & Gall dan Dick & Carey. Model ini mengasumsikan bahwa proses pembelajaran dapat direkayasa secara presisi melalui langkah-langkah terstruktur, kontrol variabel yang ketat, serta pengujian hipotesis kuantitatif untuk membuktikan keefektifan produk secara statistik.
- Paradigma Konstruktivistik / Desain Reflektif: Cenderung diwakili oleh model Plomp/EDR dan model ADDIE yang fleksibel. Model ini memandang bahwa pengetahuan dibangun secara sosial melalui interaksi iteratif di kelas. Proses pengembangan bersifat rekursif, di mana desain produk disempurnakan secara terus-menerus melalui refleksi praktis dan dialog kolaboratif antara peneliti, guru, dan siswa di lingkungan nyata.
BAB III
KAJIAN MENDALAM MODEL-MODEL PENGEMBANGAN
3.1 Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation)
Model ADDIE pertama kali dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda pada awal 1990-an sebagai kerangka kerja generik untuk mendesain program pelatihan militer, yang kemudian diadopsi secara luas dalam dunia pendidikan dan teknologi pembelajaran. Keunggulan utama ADDIE terletak pada sifatnya yang modular, fleksibel, dan universal.
Rincian 5 Tahapan ADDIE:
- Analysis (Analisis): Tahap awal yang bersifat investigatif. Peneliti menganalisis kesenjangan kinerja (performance gap), karakteristik pembelajar (latar belakang, gaya belajar, motivasi), analisis tugas (task analysis), analisis materi/konsep, serta kendala lingkungan. Tujuannya adalah menjawab pertanyaan: “Masalah apa yang ingin dipecahkan dan apa yang dibutuhkan oleh pembelajar?”
- Design (Perancangan): Tahap penerjemahan hasil analisis ke dalam cetak biru (blueprints) produk. Meliputi perumusan tujuan pembelajaran secara spesifik (behavioral objectives), pemilihan strategi instruksional, penyusunan urutan materi (sequencing), pemilihan format media, serta perancangan instrumen asesmen formatif dan sumatif.
- Development (Pengembangan): Tahap produksi nyata. Berdasarkan dokumen desain, pengembang mulai menulis naskah, memproduksi media visual, merancang e-learning, menyusun modul, atau membangun perangkat lunak pembelajaran. Di tahap ini, validasi ahli (expert validation) sering kali diintegrasikan untuk memastikan validitas isi dan konstruk sebelum produk diuji cobakan.
- Implementation (Implementation): Tahap penerapan produk secara langsung di situasi nyata (ruang kelas, laboratorium, atau platform daring). Pembelajar menggunakan produk yang telah dikembangkan di bawah bimbingan instruktur atau secara mandiri. Tujuannya adalah menguji kepraktisan dan respons nyata dari pengguna.
- Evaluation (Evaluasi): Dilakukan dalam dua bentuk: Evaluasi Formatif (berjalan di setiap fase ADDIE untuk merevisi produk secara terus-menerus) dan Evaluasi Sumatif (dilakukan di akhir implementasi untuk mengukur sejauh mana produk berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara menyeluruh).
3.2 Model Borg & Gall (The 10-Step Research and Development Cycle)
Diperkenalkan oleh Walter R. Borg dan Meredith D. Gall dalam buku klasik mereka Educational Research: An Introduction (1983), model ini merupakan salah satu model R&D paling komprehensif, ketat, dan dihormati dalam dunia akademik pendidikan. Model ini mengadopsi alur siklus industri yang menuntut pembuktian empiris berlapis sebelum produk dinyatakan layak disebarluaskan.
Rincian 10 Langkah Borg & Gall:
- Research and Information Collecting (Penelitian dan Pengumpulan Data): Studi pendahuluan, tinjauan literatur, observasi kelas, dan analisis kebutuhan (needs assessment) untuk mengidentifikasi masalah nyata.
- Planning (Perencanaan): Merumuskan tujuan khusus, memperkirakan ketersediaan dana, menentukan partisipan, dan menetapkan kerangka kerja operasional produk.
- Developing Preliminary Form of Product (Pengembangan Draf Produk Awal): Menyusun draf awal produk pembelajaran, instrumen pendukung, dan buku panduan penggunaan.
- Preliminary Field Testing (Uji Coba Lapangan Awal): Menguji draf awal produk dalam skala sangat terbatas (misalnya 1 hingga 3 sekolah atau 1 kelas, melibatkan 6–12 subjek). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner.
- Main Product Revision (Revisi Produk Utama): Memperbaiki dan merevisi draf produk awal berdasarkan temuan negatif atau catatan evaluasi dari uji coba lapangan awal.
- Main Field Testing (Uji Coba Lapangan Utama): Menguji produk yang telah direvisi pada skala yang lebih luas (misalnya 5 hingga 15 sekolah, melibatkan 30–100 siswa). Data keefektifan dikumpulkan secara kuantitatif.
- Operational Product Revision (Revisi Produk Operasional): Melakukan penyempurnaan lanjutan berdasarkan hasil evaluasi uji lapangan utama agar produk benar-benar matang.
- Operational Field Testing (Uji Kelayakan Lapangan): Pengujian skala besar (melibatkan ratusan subjek di berbagai sekolah representatif) untuk menguji efektivitas, efisiensi, dan daya tarik produk secara absolut.
- Final Product Revision (Revisi Produk Akhir): Penyempurnaan final berdasarkan hasil uji kelayakan operasional.
- Dissemination and Implementation (Diseminasi dan Sosialisasi): Menyebarluaskan produk secara massal, mempublikasikannya ke jurnal ilmiah, melaporkan kepada stakeholder, serta mengawasi adopsi produk di lembaga pendidikan.(Catatan: Dalam penelitian tesis atau disertasi, mahasiswa sering kali membatasi langkah ini hingga langkah ke-7 atau ke-9 karena keterbatasan waktu dan sumber daya).
3.3 Model 4D (Four-D Model oleh Thiagarajan dkk.)
Model 4D dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel pada tahun 1974. Model ini dirancang khusus untuk pengembangan perangkat pembelajaran (seperti modul, lembar kerja peserta didik/LKPD, buku teks, dan media peraga) di lingkungan pendidikan guru dan lembaga pendidikan formal.
Rincian 4 Tahapan 4D:
- Define (Pendefinisian): Menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Tahap ini meliputi 5 kegiatan utama:
- Front-end analysis (Analisis awal-akhir untuk mendasari masalah dasar pengembangan).
- Learner analysis (Analisis karakteristik siswa).
- Task analysis (Analisis tugas utama yang harus dikuasai siswa).
- Concept analysis (Analisis konsep materi ajar secara hierarkis).
- Specifying instructional objectives (Perumusan tujuan pembelajaran).
- Design (Perancangan): Merancang perangkat pembelajaran hingga menjadi draf awal. Meliputi 4 langkah:
- Criterion-test construction (Penyusunan tes acuan patokan untuk mengukur hasil belajar).
- Media selection (Pemilihan media yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa).
- Format selection (Pemilihan format penyajian materi, tata letak, dan desain grafis).
- Initial design (Rancangan awal perangkat sebelum divalidasi).
- Develop (Pengembangan): Menghasilkan perangkat pembelajaran yang telah direvisi berdasarkan masukan ahli. Meliputi:
- Expert appraisal (Validasi oleh tim ahli/pakar materi dan media).
- Developmental testing (Uji coba terbatas di kelas sesungguhnya untuk merevisi kekurangan teknis dan substansial).
- Disseminate (Diseminasi): Tahap penyebarluasan produk akhir agar dapat diadopsi oleh guru dan sekolah lain. Meliputi tiga sub-tahap: Validation testing (uji kevalidan akhir), Packaging (pengemasan ulang modul/perangkat), dan Diffusion & Adoption (penyebaran informasi agar diadopsi secara luas).
3.4 Model Plomp / Educational Design Research (EDR)
Model yang dikonseptualisasikan oleh Tjeerd Plomp (1997, 2013) berakar kuat dalam tradisi Educational Design Research. EDR tidak sekadar menciptakan produk komersial, melainkan bertujuan untuk merancang intervensi berbasis desain guna memecahkan masalah kompleks di dunia nyata sekaligus menghasilkan prinsip-prinsip desain teoretis (design principles).
Rincian Fase Utama Model Plomp:
- Preliminary Research (Penelitian Pendahuluan): Investigasi awal yang mendalam, meliputi analisis kebutuhan dan konteks, tinjauan literatur ilmiah, analisis karakteristik pembelajar, serta pengembangan kerangka konseptual teoretis.
- Prototyping Phase (Fase Prototipe): Siklus iteratif (cyclic process) yang berulang-ulang, terdiri dari:
- Merancang prototipe (Micro-cycle desain).
- Evaluasi formatif (melibatkan pakar dan uji coba terbatas).
- Revisi prototipe berdasarkan evaluasi. Proses ini berlangsung secara berkesinambungan (Prototipe 1, Prototipe 2, dst.) hingga dihasilkan produk matang (mature prototype).
- Assessment Phase (Fase Penilaian): Evaluasi sumatif atau uji lapangan menyeluruh untuk memastikan apakah produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kualitas: Valid (secara konsisten didukung teori), Praktis (dapat digunakan dengan mudah oleh guru dan siswa), dan Efektif (memberikan dampak nyata terhadap hasil belajar).
3.5 Model Dick & Carey (The Systems Approach Model)
Walter Dick, Lou Carey, dan James O. Carey mengembangkan model pendekatan sistem ini dalam buku teks penting The Systematic Design of Instruction. Model ini memandang pembelajaran sebagai sebuah sistem yang utuh, di mana setiap komponen berhubungan secara sirkular dan logis.
Rincian 10 Komponen Utama Model Dick & Carey:
- Identify Instructional Goals (Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran): Menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya setelah menyelesaikan pengajaran.
- Conduct Instructional Analysis (Melakukan Analisis Instruksional): Mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan, dan sikap (kompetensi prasyarat) yang harus dikuasai siswa.
- Analyze Learners and Contexts (Menganalisis Pembelajar dan Konteks): Menganalisis karakteristik awal pembelajar, motivasi, serta konteks tempat mereka belajar dan nantinya menerapkan keterampilan tersebut.
- Write Performance Objectives (Merumuskan Tujuan Performa): Menuliskan pernyataan spesifik tentang apa yang akan dilakukan oleh siswa setelah pembelajaran (berdasarkan analisis instruksional).
- Develop Assessment Instruments (Mengembangkan Instrumen Asesmen): Menyusun tes atau instrumen evaluasi yang selaras persis dengan tujuan performa yang telah dirumuskan.
- Develop Instructional Strategy (Mengembangkan Strategi Pembelajaran): Merancang urutan kegiatan pembelajaran, pengelompokan siswa, pemilihan media, dan pengelolaan waktu kelas.
- Develop and Select Instructional Materials (Mengembangkan dan Memilih Materi Pembelajaran): Memproduksi atau memilih bahan ajar cetak, digital, maupun panduan instruktur yang mendukung strategi pembelajaran.
- Design and Conduct Formative Evaluation (Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Formatif): Mengumpulkan data dari pakar, uji coba satu-satu (one-to-one), uji coba kelompok kecil, dan uji lapangan untuk memperbaiki materi.
- Revise Instruction (Melakukan Revisi Pembelajaran): Merevisi sistem instruksional secara menyeluruh berdasarkan data evaluasi formatif guna menghilangkan kelemahan.
- Design and Conduct Summative Evaluation (Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Sumatif): Evaluasi akhir (biasanya oleh evaluator independen) untuk menilai nilai kebaikan (worth) dari program pembelajaran secara keseluruhan setelah direvisi.
BAB IV
ANALISIS KOMPARATIF LIMA MODEL PENGEMBANGAN
4.1 Matriks Komparasi Multidimensi Lima Model Pengembangan
Guna memahami titik temu dan perbedaan karakteristik kelima model secara visual dan cepat, tabel matriks komparasi multidimensi berikut disajikan secara komprehensif:
| Dimensi Komparasi | Model ADDIE | Model Borg & Gall | Model 4D | Model Plomp / EDR | Model Dick & Carey |
| Pencetus Utama | Reiser & Mollenda (1990-an) | Walter R. Borg & Meredith D. Gall (1983) | Thiagarajan, Semmel, & Semmel (1974) | Tjeerd Plomp (1997, 2013) | Walter Dick, Lou Carey, & James O. Carey |
| Jumlah Tahapan Utama | 5 Tahapan Utama (ADDIE) | 10 Langkah Komprehensif | 4 Tahapan Inti (4D) | 3 Fase Utama (Iteratif) | 10 Komponen Sistemik |
| Orientasi / Fokus Utama | Kerangka generik universal untuk pelatihan & pembelajaran | R&D skala besar industri pendidikan & validasi massal | Pengembangan perangkat pembelajaran mikro (modul, LKPD, media) | Intervensi kelas berbasis desain teoretis & pemecahan masalah | Desain sistem instruksional korporat/kurikulum |
| Sifat Alur Kerja | Siklis, modular, fleksibel, dapat dimodifikasi | Linier berjenjang (Waterfall-like) dengan revisi berlapis | Linier dengan siklus pengembangan di tahap ke-3 | Siklus iteratif rekursif (cyclic & recursive prototyping) | Sistemik, logis, sangat ketat, saling terkait (interlocking) |
| Kelebihan Utama | Sangat fleksibel, mudah dipahami, universal | Validasi empiris sangat kuat, teruji melalui uji berlapis | Panduan sangat operasional untuk perangkat ajar kelas | Kuat secara teoretis, menghasilkan prinsip desain ilmiah | Keselarasan mutlak antara tujuan, strategi, dan asesmen |
| Kekurangan Utama | Terlalu umum; kurang detail untuk desain perangkat spesifik | Memakan waktu sangat lama, biaya besar, prosedur kaku | Kurang mendalam dalam analisis psikometrik makro | Kompleksitas tinggi bagi peneliti pemula/skripsi S1 | Sangat kaku; sulit diubah di tengah jalan jika ada kendala |
4.2 Analisis Persamaan Fundamental Antar-Model
Meskipun dikembangkan oleh mazhab dan tokoh yang berbeda, kelima model pengembangan ini memiliki benang merah (core commonalities) yang menyatukan esensi R&D dan ISD, yaitu:
- Berorientasi pada Pemecahan Masalah (Problem-Solving Oriented): Kelima model berangkat dari asumsi adanya kesenjangan (gap) antara kondisi nyata di lapangan dengan kondisi ideal yang diharapkan, di mana produk atau sistem pembelajaran dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
- Melibatkan Analisis Kebutuhan (Needs Assessment): Setiap model mewajibkan adanya penelaahan awal mengenai siapa pembelajar, apa materi yang diajarkan, dan apa kendala lingkungan belajar sebelum produk dirancang.
- Adanya Validasi dan Evaluasi Formatif: Tidak ada satu pun model yang membiarkan produk langsung disebarluaskan tanpa melalui uji coba terbatas, penilaian ahli (expert appraisal), dan revisi berbasis data empiris.
- Siklus Perbaikan Berkelanjutan: Kelima model mengakui bahwa produk pembelajaran yang sempurna tidak tercipta dalam sekali jalan, melainkan melalui proses trial, evaluation, and revision.
4.3 Analisis Perbedaan Kritis (Filosofi, Kompleksitas, dan Produk Sasaran)
Perbedaan di antara kelima model dapat dikelompokkan ke dalam tiga dimensi utama:
- Dimensi Kompleksitas Prosedural:
- Model ADDIE dan 4D berada pada tingkat kompleksitas menengah yang sangat ramah bagi penelitian skala S1/S2.
- Model Borg & Gall dan Dick & Carey memiliki tingkat kompleksitas tinggi dengan 10 langkah ketat yang menuntut sumber daya besar (biasanya untuk Tesis magister lanjutan atau Disertasi doktor).
- Model Plomp/EDR memiliki kompleksitas teoretis yang tinggi karena menuntut kontribusi keilmuan berupa prinsip-prinsip desain (design principles).
- Dimensi Fokus Sasaran Produk (Output Scope):
- 4D sangat spesifik untuk perangkat ajar kelas (modul, LKPD, media peraga).
- ADDIE dan Dick & Carey berorientasi pada program pelatihan, kurikulum, dan sistem pembelajaran makro/mikro.
- Borg & Gall dapat menghasilkan produk yang sangat luas, mulai dari buku teks, model manajemen sekolah, hingga perangkat lunak.
- Plomp/EDR berfokus pada intervensi pembelajaran spesifik (misalnya pendekatan mengajar matematika atau modul sains inovatif) untuk mengatasi masalah kelas.
4.4 Analisis Kelebihan dan Kekurangan Komparatif
- ADDIE: Unggul dalam hal kecepatan adaptasi dan kemudahan navigasi, namun kelemahannya terletak pada sifatnya yang terlalu makro sehingga peneliti sering kali harus menambahkan detail operasional sendiri di setiap fasenya.
- Borg & Gall: Menjamin validitas ilmiah yang sangat tinggi karena melalui uji coba lapangan bertingkat, namun sangat tidak efisien bagi peneliti dengan batasan waktu singkat (misalnya deadline skripsi 1 semester).
- 4D: Sangat taktis dan aplikatif bagi guru atau mahasiswa keguruan, namun tahapan diseminasinya sering kali diabaikan oleh peneliti di lapangan.
- Plomp/EDR: Sangat kuat dalam memadukan inovasi praktis kelas dengan tinjauan literatur teoretis, tetapi menuntut pemahaman metodologis yang matang dari penelitinya.
- Dick & Carey: Menjamin konsistensi internal yang sempurna antara tujuan belajar dan instrumen tes, namun prosedurnya sangat mekanis dan kaku.
BAB V
PANDUAN STRATEGIS MEMILIH MODEL PENGEMBANGAN BERDASARKAN TUJUAN, KONTEKS, DAN SUMBER DAYA
5.1 Analisis Variabel Penentu Pemilihan Model (Tujuan, Konteks, Sumber Daya)
Pemilihan model pengembangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau sekadar mengikuti tren literatur. Peneliti harus melakukan analisis objektif terhadap tiga variabel penentu utama:
- Tujuan Penelitian (Research Objective): Apakah tujuan utamanya membuat produk media praktis (pilih 4D/ADDIE), menguji keefektifan produk secara luas melalui standar industri (pilih Borg & Gall), memecahkan masalah spesifik kelas dengan kontribusi teoretis (pilih Plomp/EDR), atau merancang sistem kurikulum menyeluruh (pilih Dick & Carey)?
- Konteks Implementasi (Implementation Context): Apakah penelitian dilakukan di kelas kecil sekolah dasar, institusi pendidikan tinggi, perusahaan multinasional (pelatihan korporat), atau pendidikan jarak jauh (e-learning)? Model Dick & Carey sangat cocok untuk korporat/kurikulum, sementara 4D ideal untuk sekolah.
- Sumber Daya (Resources: Time, Budget, and Capability):
- Jika waktu penulisan hanya 3–6 bulan (skripsi sarjana), model ADDIE atau 4D (dengan pembatasan tahap diseminasi) adalah pilihan paling realistis.
- Jika waktu penulisan 1–2 tahun dengan anggaran memadai (disertasi/hibah riset), model Borg & Gall atau Plomp/EDR memberikan kedalaman ilmiah yang memadai.
5.2 Matriks Keputusan Pemilihan Model untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Tabel panduan keputusan praktis berikut dapat digunakan oleh mahasiswa dan peneliti dalam menentukan model yang paling tepat:
| Karakteristik Peneliti / Proyek | Model yang Direkomendasikan | Alasan Metodologis Utama |
| Mahasiswa S1 (Skripsi) dengan waktu 1 semester & fokus membuat media pembelajaran interaktif | Model ADDIE atau Model 4D | Alur kerjanya ringkas, terstruktur, mudah dipahami, serta memiliki tahapan pengembangan perangkat yang jelas tanpa prosedur 10 langkah yang melelahkan. |
| Mahasiswa S2 (Tesis) dengan fokus menghasilkan produk pembelajaran yang teruji empiris luas | Model Borg & Gall (Modifikasi 7-9 langkah) | Memungkinkan peneliti melakukan uji coba lapangan awal dan utama serta merevisi produk hingga terbukti layak secara operasional. |
| Peneliti / Kandidat Doktor (Disertasi) dengan fokus memecahkan masalah kelas & kontribusi prinsip desain | Model Plomp / EDR | Sangat kuat dalam memadukan kajian teoretis, siklus prototipe iteratif, dan evaluasi kualitas (valid, praktis, efektif). |
| Praktisi Korporat / Perancang Kurikulum Institusi Pelatihan Skala Besar | Model Dick & Carey | Menjamin bahwa seluruh komponen diklat (tujuan, materi, strategi, dan asesmen) selaras secara sistemik dan logis. |
5.3 Studi Kasus Pendekatan Case-Based Learning: Simulasi Pemilihan Model dalam Riset Nyata
Skenario Kasus:
Seorang mahasiswa pascasarjana pendidikan matematika ingin mengembangkan sebuah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Realistic Mathematics Education (RME) untuk mengatasi kesulitan siswa SMP dalam memahami materi pecahan. Waktu penelitian yang tersedia adalah 10 bulan, dengan anggaran terbatas, dan ia bekerja sendiri didampingi oleh dosen pembimbing.
Analisis Pemecahan Kasus:
- Evaluasi Pilihan 1 (Borg & Gall): Jika ia memilih Borg & Gall, ia harus melalui 10 langkah termasuk uji lapangan di banyak sekolah dan diseminasi massal. Mengingat waktu 10 bulan dan peneliti bekerja sendiri, model ini akan sangat melelahkan dan berisiko tidak selesai.
- Evaluasi Pilihan 2 (Dick & Carey): Model ini lebih cocok untuk merancang satu kurikulum diklat utuh, bukan spesifik untuk pengembangan LKPD kelas mikro.
- Evaluasi Pilihan 3 (Model 4D): Model Thiagarajan ini sangat tepat sasaran. Tahap Define membantu menganalisis konsep pecahan; Design merancang bentuk LKPD; Develop memvalidasi kepada ahli matematika dan menguji cobakannya di satu sekolah sampel; sedangkan tahap Disseminate dapat dibatasi pada penyebaran terbatas di MGMP sekolah mitra.
- Keputusan Akhir Kasus: Mahasiswa tersebut memutuskan menggunakan Model 4D (dibatasi sampai tahap pengembangan/uji coba terbatas dan modifikasi diseminasi) karena sangat selaras dengan batasan waktu, sumber daya, dan produk sasaran berupa perangkat pembelajaran mikro.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan Komprehensif
Berdasarkan seluruh kajian teoretis dan komparasi mendalam yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa:
- Kelima model pengembangan (ADDIE, Borg & Gall, 4D, Plomp/EDR, dan Dick & Carey) memiliki karakteristik, filosofi, serta struktur tahapan yang unik. Tidak ada satu pun model yang secara mutlak paling unggul untuk segala situasi.
- Model ADDIE menawarkan fleksibilitas modular; Borg & Gall menawarkan kekuatan validasi empiris skala besar; 4D sangat praktis untuk pengembangan perangkat ajar mikro; Plomp/EDR unggul dalam menjembatani riset teoretis dan pemecahan masalah kelas; serta Dick & Carey memberikan pendekatan sistemik yang sangat ketat dan konsisten.
- Pemilihan model pengembangan merupakan keputusan metodologis krusial yang harus didasarkan pada analisis objektif terhadap tujuan penelitian, konteks implementasi, serta ketersediaan sumber daya (waktu, biaya, dan kapabilitas peneliti).
6.2 Implikasi Akademis dan Praktis
- Secara Akademis: Peneliti dituntut untuk memahami landasan epistemologis di balik model yang dipilih, bukan sekadar meniru model orang lain tanpa alasan metodologis yang kuat.
- Secara Praktis: Pemilihan model yang tepat akan menghindarkan peneliti dari pemborosan sumber daya, kegagalan uji coba produk, serta ketidaksesuaian antara instrumen asesmen dan tujuan instruksional.
6.3 Saran dan Rekomendasi Lanjutan
- Bagi mahasiswa maupun peneliti pemula, disarankan untuk memulai eksplorasi riset pengembangan menggunakan model yang lebih fleksibel dan terfokus seperti ADDIE atau 4D.
- Bagi peneliti senior atau kandidat doktor yang menargetkan publikasi jurnal internasional bereputasi, pendekatan Educational Design Research (Plomp) atau Borg & Gall modifikasi sangat direkomendasikan karena menawarkan kontribusi keilmuan yang mendalam dan pengujian empiris yang ketat.
- Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi hibridisasi antar-model pengembangan guna menjawab tantangan era digital dan pembelajaran cerdas (smart learning environments) di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
- Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction (4th ed.). Longman.
- Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2005). The Systematic Design of Instruction (6th ed.). Pearson.
- Plomp, T. (2013). Educational Design Research: Introduction and Evaluation. Enschede: University of Twente.
- Reiser, R. A., & Mollenda, M. (Eds.). (1996). Issues in Instructional Technology: Historical and Contemporary Perspectives. Association for Educational Communications and Technology (AECT).
- Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children: A Sourcebook. Indiana University.
- Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer.
- McKenney, S., & Reeves, T. C. (2018). Conducting Educational Design Research (2nd ed.). Routledge.