Maulidya Liamrilla 06020125118
bahwa kepribadian, karakter, dan akhlak saling berkaitan dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam pendidikan Islam, membentuk akhlak yang baik perlu dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan, disertai kemampuan mengontrol diri serta tazkiyat al-nafs atau usaha memperbaiki jiwa. Menurutku, karakter yang baik tidak cukup dibentuk hanya dengan mengikuti aturan atau takut mendapat hukuman, tetapi juga perlu pemahaman dan kesadaran dari dalam diri. Contohnya, tetap jujur meskipun tidak diawasi dan mampu mengendalikan emosi saat menghadapi masalah. Jadi, pembentukan karakter dan akhlak merupakan proses yang perlu dilatih secara konsisten dan disertai evaluasi diri agar nilai-nilai kebaikan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
kesejahteraan mahasiswa itu tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kondisi emosional dan psikologisnya. Tuntutan tugas, ujian, dan tekanan di lingkungan kampus bisa menimbulkan stres serta kecemasan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, mahasiswa perlu belajar mengatur emosi, menghargai diri sendiri, dan membangun resiliensi agar mampu bangkit ketika menghadapi kegagalan. Dukungan dari keluarga, teman, dosen, dan lingkungan kampus juga penting supaya mahasiswa bisa menghadapi tekanan dengan lebih baik dan menjalani proses belajar secara optimal.