15 thoughts on “Kelompok 4: ballerina cappucina

    1. Posisi guru dalam mengajar tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan evaluator yang mengarahkan siswa agar aktif, semangat, serta berkembang sesuai potensi mereka; keberhasilan guru dapat diukur bukan hanya dari nilai tinggi, tetapi juga dari sejauh mana siswa memahami materi, menunjukkan perubahan sikap positif, terlibat aktif dalam pembelajaran, mencapai tujuan belajar, dan merasakan kebahagiaan dalam proses belajar itu sendiri

    2. Profesi guru sering disebut sebagai profesi mulia karena berperan langsung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter generasi penerus. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang tersampaikan, tetapi juga dari sejauh mana murid mampu memahami, menginternalisasi, dan mempraktikkan ilmu yang diberikan.

    3. Berbicara tentang guru secara definitif, guru adalah seorang dewasa yang memiliki tanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan rohani dan jasmaninya untuk mencapai kedewasaan para anak didik, serta mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah fil ard yang berdiri tegak.
      Adapun kualifikasi seorang pendidik atau guru dalam buku Pendidikan provesi keguruan sebagai berikut:

      1. Sehat fisik, maksudnya adalah seorang guru harus memiliki badan yang sehat dan tidak mengidap penyakit yang menular.

      2. Sehat psikis, yaitu seorang guru harus sehat sikologinya atau rohaninya dan tidak memiliki penyakit kelainan jiwa yang bisa mengganggu tugas keguruannya. Serta seoang guru harus memiliki bakat dan minat keguruan.

      3. Sehat mental, sehat mental adalah seorang guru harus memiliki mental yang positif pada status keguruannya, mencintai dan mendedikasikan dirinya pada tugas- tugasanya.

      4. Sehat moral, yaitu seorang guru harus memiliki sikap, sifat susila22 dan budi pekerti luhur yang bisa menjadi suri tauladan bagi siswa dan masyarakat sekitarnya.

      5. Sehat intelektual dan akademis, yaitu seorang guru harus mampu dalam aspek kompetensi keguruan maupun aspek kecakapan dan talenta dalam mengajar.

      guru ideal adalah guru yang sangat disenangi oleh siswa. Karena guru ideal adalah guru yang tingkah lakunya menjadi cerminan dan tauladan serta menjadi inspirasi dan panutan bagi siswanya.

  1. Posisi guru itu tidak hanya sekedar mengajar pelajaran, tetapi sebagai contoh panutan baik bagi siswa siswi agar mereka dapat memahami dengan betul apa yang sebenarnya disampaikan oleh guru dalam bentuk yang sederhana.
    Keberhasilan guru dalam mendidik siswa siswinya dapat dilihat dari bagaimana perkembangan dan perubahan yang ada pada diri mereka serta mereka senantiasa mempraktekkan dan mengingat selalu apa yang disampaikan oleh guru.

    1. Lalu, bagaimana jika ada guru yang malah tidak memberikan contoh yang baik padahal seharusnya menjadi teladan bagi siswanya? Apa kira-kira dampaknya bagi siswa dan proses pembelajaran?

      1. Jika guru tidak memberi teladan yang baik, siswa bisa kehilangan rasa hormat dan motivasi, bahkan meniru sikap buruknya, sehingga proses pembelajaran terganggu dan tujuan pendidikan sulit tercapai

  2. lalu bagaimana guru menghadapi situasi ketika siswa menunjukkan perubahan sikap yang negatif, padahal guru sudah berupaya sebagai pembimbing dan motivator dalam pembelajaran?

    1. Ketika siswa menunjukkan sikap negatif meski guru sudah berusaha membimbing, diperlukan pendekatan lebih mendalam. Guru perlu mengidentifikasi akar masalah, apakah terkait persoalan pribadi, kesulitan belajar, kesehatan mental, atau perasaan diabaikan. Setelah itu, guru dapat melakukan pendekatan personal melalui percakapan empat mata, mendengarkan dengan empati, dan membangun kembali kepercayaan. Jika perlu, libatkan konselor, orang tua, atau guru lain agar dukungan lebih menyeluruh. Selain itu, strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa, baik melalui variasi metode, pemberian tugas yang sesuai, maupun perhatian ekstra. Dengan kesabaran dan empati, guru dapat membantu siswa kembali ke arah yang positif.

    2. menghadapi siswa yang menunjukkan perubahan sikap negatif, meski guru sudah berupaya membimbing dan memotivasi, guru perlu tetap sabar, konsisten memberi teladan, melakukan pendekatan personal untuk memahami penyebab sikap tersebut, serta bekerja sama dengan orang tua atau pihak sekolah agar pembinaan lebih efektif; dengan begitu siswa bisa diarahkan kembali pada perilaku positif tanpa merasa dihakimi.

Leave a Reply