Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif
Disusun oleh : Mochammad Uzair Qurnain
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Institut Agama Islam Al-Khoziny
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Kelas VII MTs Manba’ul Hikam.”Proposal penelitian ini disusun sebagai salah satu tugas akademik sekaligus sebagai rancangan penelitian yang akan dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an.Penulis menyadari bahwa proposal ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan proposal ini.Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, guru, sekolah, maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan pembelajaran.
Sidoarjo, 04, Juli 2026.
Penulis, Mochammad Uzair Qurnain
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
- Keaktifan Belajar
- Metode Pembelajaran
- Metode Tanya Jawab
- Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Tindakan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Subjek Penelitian
D. Variabel Penelitian
E. Desain Penelitian
F. Prosedur Penelitian
G. Teknik Pengumpulan Data
H. Instrumen Penelitian
I. Teknik Analisis Data
J. Indikator Keberhasilan
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun pembentukan karakter. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemampuan intelektual, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, serta berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, pendidikan agama memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam pendidikan Islam adalah Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Mata pelajaran ini menjadi dasar bagi peserta didik dalam memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Melalui pembelajaran BTQ, siswa diharapkan mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, menulis huruf-huruf hijaiyah dengan benar, serta memahami dasar-dasar bacaan Al-Qur’an. Kemampuan tersebut menjadi bekal utama dalam mempelajari ilmu-ilmu keislaman pada jenjang pendidikan berikutnya.
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah, khususnya kelas VII, pembelajaran BTQ merupakan tahap awal yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menguasai kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Oleh karena itu, proses pembelajaran hendaknya mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan siswa secara optimal.
Namun berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VII MTs Manba’ul Hikam, ditemukan bahwa keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa memberikan respons yang berarti. Siswa juga masih kurang berani bertanya, menjawab pertanyaan, maupun mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran berlangsung secara satu arah dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara aktif.
Rendahnya keaktifan siswa tersebut diduga dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah. Meskipun metode ceramah memiliki kelebihan dalam menyampaikan materi secara cepat, namun apabila digunakan secara terus-menerus akan menyebabkan siswa menjadi pasif, mudah bosan, serta kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.
Keaktifan belajar merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Siswa yang aktif akan lebih mudah memahami materi karena mereka terlibat secara langsung dalam proses berpikir, bertanya, berdiskusi, serta memecahkan masalah yang diberikan guru. Sebaliknya, siswa yang pasif cenderung hanya menerima informasi tanpa melakukan proses berpikir yang mendalam sehingga pemahaman terhadap materi menjadi kurang optimal.
Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa adalah metode Tanya Jawab. Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan guru maupun teman sekelas melalui kegiatan bertanya, menjawab, memberikan tanggapan, serta menyampaikan pendapat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berperan aktif dalam membangun pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Melalui penerapan metode Tanya Jawab, diharapkan suasana pembelajaran menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Selain mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa, metode ini juga dapat melatih keberanian, rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan berkomunikasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Kelas VII MTs Manba’ul Hikam.
BAB 2
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Keaktifan Belajar
A. Pengertian Keaktifan Belajar
Keaktifan belajar merupakan keterlibatan peserta didik secara fisik maupun mental dalam proses pembelajaran. Keaktifan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, berdiskusi, serta berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. Semakin tinggi tingkat keaktifan siswa, maka semakin besar peluang tercapainya tujuan pembelajaran.
Menurut Sardiman (2018), keaktifan belajar adalah aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran sebagai bentuk keterlibatan secara langsung dalam memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Siswa yang aktif tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga berusaha mencari, memahami, dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya.
Dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), keaktifan belajar menjadi salah satu faktor penting karena siswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta menuliskan huruf hijaiyah dengan benar. Oleh karena itu, pembelajaran BTQ membutuhkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
B. Indikator Keaktifan Belajar
Dalam penelitian ini, indikator keaktifan belajar siswa meliputi:
- Berani bertanya kepada guru
- Berani menjawab pertanyaan
- Mengemukakan pendapat
- Memperhatikan penjelasan guru
- Berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran
- Antusias mengikuti proses pembelajaran
2. Metode Pembelajaran
A. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Menurut Hamalik (2017), metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk menciptakan situasi belajar sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pemilihan metode pembelajaran sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus mampu memilih metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik serta materi yang diajarkan.
3. Metode Tanya Jawab
A. Pengertian Metode Tanya Jawab
Metode Tanya Jawab merupakan metode pembelajaran yang dilakukan melalui interaksi berupa pertanyaan dan jawaban antara guru dengan siswa maupun antar siswa.
Menurut Djamarah dan Zain (2018), metode Tanya Jawab merupakan suatu cara mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif.
Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melatih keberanian berbicara, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Tujuan penerapan metode Tanya Jawab adalah:
- Meningkatkan keaktifan belajar siswa
- Mengetahui tingkat pemahaman siswa
- Melatih keberanian siswa berbicara di depan kelas
- Menumbuhkan rasa percaya diri
- Menciptakan pembelajaran yang interaktif
C. Kelebihan Metode Tanya Jawab
Adapun kelebihan metode Tanya Jawab antara lain:
- Meningkatkan partisipasi siswa
- Membuat pembelajaran lebih hidup
- Melatih kemampuan berpikir kritis
- Menumbuhkan keberanian siswa
- Memudahkan guru mengetahui pemahaman siswa.
D. Kekurangan Metode Tanya Jawab
Beberapa kekurangan metode Tanya Jawab antara lain:
- Membutuhkan waktu yang relatif lebih lama
- Tidak semua siswa berani bertanya
- Guru harus mampu mengelola kelas dengan baik
- Pembelajaran dapat didominasi oleh beberapa siswa apabila guru kurang memberikan kesempatan secara merata
4. Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an merupakan salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertujuan membekali peserta didik agar mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid dan mampu menuliskannya dengan benar.
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah, pembelajaran BTQ menjadi dasar bagi peserta didik untuk memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus mampu menciptakan suasana yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara langsung.
Penerapan metode Tanya Jawab dalam pembelajaran BTQ diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa melalui kegiatan bertanya, menjawab, berdiskusi, serta mengemukakan pendapat sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih baik.
B. Kerangka Berpikir
Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di kelas VII MTs Manba’ul Hikam masih didominasi oleh metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kurang berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya keaktifan belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keberanian bertanya, menjawab pertanyaan, maupun mengemukakan pendapat.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan metode Tanya Jawab. Melalui metode ini siswa diberikan kesempatan untuk aktif bertanya, menjawab pertanyaan, memberikan tanggapan, serta berdiskusi mengenai materi yang dipelajari. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih interaktif dan siswa terlibat secara langsung dalam proses belajar.
Penerapan metode Tanya Jawab diharapkan mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Secara sederhana kerangka berpikir penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.
KONDISI AWAL ↓
Keaktifan belajar siswa masih rendah.↓
TINDAKAN
Penerapan metode tanya jawab.↓
HASIL YANG DI HARAPKAN
Keaktifan belajar siswa meningkat dan pembelajaran BTQ menjadi lebih aktif, interaktif, dan efektif.
C. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah:
Apabila metode Tanya Jawab diterapkan dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an, maka keaktifan belajar siswa kelas VII D MTs Manba’ul Hikam akan meningkat. Peningkatan tersebut ditandai dengan meningkatnya keberanian siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, memperhatikan penjelasan guru, serta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa dapat meningkat.
Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu:
- Perencanaan (Planning)
- Pelaksanaan Tindakan (Acting)
- Observasi (Observing)
- Refleksi (Reflecting)
Penelitian direncanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas empat tahapan tersebut. Apabila indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II, maka penelitian dihentikan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di MTs Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Penelitian direncanakan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, menyesuaikan jadwal mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D MTs Manba’ul Hikam yang berjumlah 20 siswa, seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
Pemilihan kelas VII D didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa keaktifan siswa pada pembelajaran BTQ masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan melalui penerapan metode Tanya Jawab.
D. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari:
- Variabel Bebas (X) : Metode pembelajaran Tanya Jawab.
- Variabel Terikat (Y) : Keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an.
Indikator keaktifan siswa meliputi:
- Berani bertanya
- Berani menjawab pertanyaan
- Mengemukakan pendapat
- Aktif mengikuti pembelajaran
- Memperhatikan penjelasan guru
- Berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran
E. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan model PTK Kemmis dan McTaggart.
1. Siklus I
A. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti:
- Menyusun RPP
- Menyiapkan materi BTQ
- Menyiapkan lembar observasi.
- Menyiapkan soal evaluasi
- Menyiapkan media pembelajaran.
B. Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran menggunakan metode Tanya Jawab.
Tahapan pembelajaran meliputi:
- Pendahuluan
- Kegiatan inti
- Penutup
C. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui:
- Aktivitas guru
- Keaktifan siswa
- Jalannya proses pembelajaran
D. Refleksi
Peneliti bersama guru kolaborator menganalisis hasil observasi serta hasil evaluasi untuk mengetahui kekurangan pada siklus I sebagai dasar perbaikan pada siklus II.
2. Siklus II
Pelaksanaan siklus II merupakan penyempurnaan dari siklus I.
Tahapan yang dilakukan tetap meliputi:
- Perencanaan
- Pelaksanaan tindakan
- Observasi
- Refleksi
Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I agar target penelitian dapat tercapai.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi:
1. Observasi
Observasi digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi.Aspek yang diamati antara lain:
- Keberanian bertanya
- Keberanian menjawab
- Perhatian siswa
- Partisipasi siswa
- Interaksi siswa selama pembelajaran
2. Tes
Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode Tanya Jawab.
Tes diberikan pada akhir setiap siklus.
3. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pendukung berupa:
- Foto kegiatan pembelajaran
- Daftar hadir siswa
- Nilai siswa
- Profil sekolah
- Dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian.
G. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas:
- Lembar Observasi Aktivitas Guru
- Lembar Observasi Keaktifan Siswa
- Soal Tes Evaluasi
- Dokumentasi
1. Analisi Kuantitatif
Nilai rata-rata dihitung menggunakan rumus:
X̄ = ΣX / N
Keterangan:
X̄ = rata-rata
ΣX = jumlah seluruh nilai
N = jumlah siswa
Sedangkan ketuntasan belajar dihitung dengan rumus:
P = (Jumlah siswa tuntas / Jumlah seluruh siswa) × 100%
2. Analisis Kualitatif
Data observasi dianalisis melalui tahapan:
- Reduksi data
- Penyajian data
- Penarikan kesimpulan
Analisis dilakukan untuk mengetahui perubahan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
I. Indikator Keberhasilan
Penelitian dikatakan berhasil apabila memenuhi indikator sebagai berikut:
- Minimal 85% siswa mencapai nilai di atas KKM (70)
- Minimal 85% siswa menunjukkan keaktifan dalam pembelajaran melalui indikator:
- aktif bertanya
- aktif menjawab
- memperhatikan guru
- mengikuti pembelajaran
- berpartisipasi dalam diskusi
Apabila indikator keberhasilan tersebut telah tercapai, maka penelitian tindakan kelas dinyatakan berhasil sehingga pelaksanaan tindakan tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Sebaliknya, apabila indikator keberhasilan belum tercapai, maka penelitian akan dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan melakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada siklus sebelumnya hingga indikator keberhasilan penelitian dapat tercapai secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA