BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Transformasi digital menuntut lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman. di Indonesia, terdapat lebih dari 30.000 madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 5 juta. Guru sebagai pelaksana utama proses pendidikan dituntut untuk memiliki kompetensi digital yang memadai guna mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi.
Perkembangan tools AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Google Bard telah membukapeluang baru dalam pengembangan profesional guru. Tools ini menawarkan berbagai kemampuan yang dapat mendukung proses pembelajaran, mulai dari personalisasi materi pembelajaran hingga otomatisasi tugas administratif . Namun, implementasi teknologi AI dalamkonteks pendidikan Islam memerlukan pertimbangan khusus untuk memastikan keselarasannyadengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai keislaman.
Kompetensi digital guru merupakan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab untuk mendukung kegiatan pembelajaran, pengelolaan administrasi pendidikan, serta pengembangan profesionalisme. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan mengakses, mengelola, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi melalui berbagai media digital. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, kompetensi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh guru untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Di lingkungan pendidikan Islam, perkembangan teknologi digital juga memberikan tantangan dan peluang tersendiri. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya manajemen pendidikan Islam yang efektif dalam mengelola sumber daya pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi digital guru. Manajemen pendidikan Islam memiliki peran penting dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi era digital.
Namun demikian, masih ditemukan berbagai permasalahan terkait kompetensi digital guru di lembaga pendidikan Islam. Sebagian guru belum memiliki kemampuan yang memadai dalam memanfaatkan perangkat digital, media pembelajaran berbasis teknologi, maupun platform pembelajaran daring. Keterbatasan pelatihan, kurangnya fasilitas pendukung, serta rendahnya motivasi dalam pengembangan kompetensi digital menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Akibatnya, proses pembelajaran belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi secara optimal.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, manajemen pendidikan Islam perlu melakukan berbagai upaya strategis, seperti penyelenggaraan pelatihan digital, pengembangan budaya literasi digital, penyediaan sarana dan prasarana teknologi, serta pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital guru sehingga mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian mengenai upaya manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan kompetensi digital guru menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai strategi manajemen yang diterapkan serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan kompetensi digital guru di lembaga pendidikan Islam.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
- Kompetensi digital sebagian guru masih belum optimal dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
- Pemanfaatan media dan platform digital dalam pembelajaran belum dilakukan secara maksimal.
- Program peningkatan kompetensi digital guru belum terlaksana secara berkelanjutan.
- Ketersediaan sarana dan prasarana teknologi informasi masih terbatas.
- Peran manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan kompetensi digital guru perlu dioptimalkan.
C. Batasan Masalah
Agar penelitian lebih terarah dan fokus, maka penelitian ini dibatasi pada upaya manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan kompetensi digital guru melalui fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan di lembaga pendidikan Islam.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
- Bagaimana upaya manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan kompetensi digital guru?
- Apa saja program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi digital guru?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
- Untuk mendeskripsikan upaya manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan kompetensi digital guru.
- Untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan dalam meningkatkan kompetensi digital guru.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi digital guru di era digital.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Lembaga Pendidikan Islam
Hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan peningkatan kompetensi digital guru.
b. Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan motivasi kepada guru untuk terus mengembangkan kompetensi digital guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
c. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam bidang manajemen pendidikan Islam dan pengembangan kompetensi digital guru.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian dapat menjadi referensi untuk penelitian yang berkaitan dengan manajemen pendidikan Islam dan transformasi digital dalam pendidikan.