Pemakalah : Nafisah Dzatin Nuha
Notulen : Zainina Afifah
NOTULENSI PERTEMUAN KE 13
MATERI :
instrumen evaluasi pembelajaran PAI diantaranya yaitu :
- al quran hadis : tes tertulis dan lisan. (membuat rubrik tilawah)
- aqidah akhlaq : observasi sikap siswa
- fiqih : studi kasus dan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata
- SKI : Proyek pembelajaran
Jadi kesimpulannya Evaluasi pembelajaran PAI harus dirancang secara komprehensif karena tidak hanya menilai pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan peserta didik. Setiap mata pelajaran memiliki pendekatan evaluasi yang berbeda, seperti rubrik tilawah pada Al-Qur’an Hadis, soal berbasis kasus pada Fikih, observasi sikap pada Akidah Akhlak, dan penilaian proyek pada SKI. Dengan penggunaan instrumen yang tepat, evaluasi dapat menjadi lebih objektif, autentik, dan bermakna. Oleh karena itu, evaluasi PAI tidak boleh hanya berfokus pada tes tertulis, tetapi harus mampu mencerminkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh serta mendukung pembentukan karakter Islami.
SESI DISKUSI :
Penanya : Zainina Afifah
Sejauh mana instrumen evaluasi seperti rubrik tilawah, observasi sikap, dan penilaian proyek benar-benar mampu mengukur aspek afektif (sikap) secara objektif, mengingat penilaian sikap cenderung subjektif?
Jawaban : Instrumen seperti rubrik, observasi, dan penilaian proyek tidak bisa benar-benar objektif dalam menilai sikap, karena sikap itu tidak selalu terlihat dan bisa berubah tergantung situasi. Selain itu, penilaian juga bisa dipengaruhi oleh pandangan atau perasaan guru terhadap siswa.Namun, instrumen tersebut tetap penting karena membantu mengurangi subjektivitas. Dengan adanya kriteria yang jelas, guru tidak menilai secara asal, tetapi berdasarkan indikator tertentu.Jadi, penilaian sikap tidak bisa sepenuhnya objektif, tetapi bisa dibuat lebih adil dan terarah jika menggunakan instrumen yang jelas, dilakukan berkali-kali, dan tidak hanya dari satu cara penilaian saja.