AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Kahoot! sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan inovasi media evaluasi yang interaktif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII dan guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Kahoot sebagai media evaluasi mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta memberikan umpan balik secara langsung terhadap hasil belajar. Selain itu, penggunaan Kahoot juga menciptakan suasana evaluasi yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Namun demikian, terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet dan perangkat yang dimiliki siswa. Dengan demikian, Kahoot dapat menjadi alternatif media evaluasi yang efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di era digital, dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.Kata kunci: Kahoot, Media Evaluasi,Pembelajaran Al-Qur’an Hadis,Era Digital,Motivasi BelajarAbstractThis study aims to analyze the utilization of Kahoot! as an evaluation medium in teaching Al-Qur’an Hadith for seventh-grade students in the digital era. This research is motivated by the need for innovative evaluation media that are interactive, engaging, and capable of increasing student participation in the learning process. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. The subjects of this study include seventh-grade students and Al-Qur’an Hadith teachers. Data collection techniques involve observation, interviews, and documentation. The results indicate that the use of Kahoot as an evaluation tool enhances students’ learning motivation, engagement, and provides immediate feedback on learning outcomes. Moreover, it creates a more enjoyable and less monotonous evaluation atmosphere. However, several challenges were identified, such as limited internet access and inadequate student devices. Therefore, Kahoot can be considered an effective alternative evaluation medium in Al-Qur’an Hadith learning in the digital era, provided that supporting facilities and infrastructure are adequately prepared.Keywords : Kahoot, Evaluation Media, Al-Qur’an Hadist Learning Digital Era, Learning MotivationPENDAHULUANPerkembangan teknologi di era digital mendorong perubahan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam kegiatan evaluasi. Guru dituntut untuk memanfaatkan media yang inovatif dan interaktif agar pembelajaran lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa saat ini (Munir, 2017).Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, evaluasi masih sering dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan media evaluasi yang lebih kreatif dan menyenangkan (Arsyad, 2019).Salah satu media yang dapat digunakan adalah Kahoot!, yaitu platform kuis interaktif berbasis permainan. Penggunaan Kahoot terbukti dapat meningkatkan keaktifan, motivasi, serta memberikan umpan balik secara langsung kepada siswa (Wang, 2015). Selain itu, suasana evaluasi menjadi lebih menarik dan tidak monoton (Plump & LaRosa, 2017).Namun, dalam penerapannya masih terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet dan perangkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Kahoot sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII di era digital.METODE PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan pemanfaatan Kahoot! sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII. Penelitian dilakukan di salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) dengan subjek penelitian terdiri dari guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan siswa kelas VII.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk melihat secara langsung proses evaluasi menggunakan Kahoot, wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk mengetahui pengalaman serta kendala yang dihadapi, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa foto atau hasil evaluasi.Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode.PEMBAHASANPemanfaatan Kahoot! sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII menunjukkan adanya perubahan dari evaluasi yang bersifat konvensional menjadi lebih interaktif dan menarik. Kahoot memungkinkan guru menyajikan soal dalam bentuk kuis digital dengan sistem penilaian otomatis serta umpan balik langsung, sehingga proses evaluasi menjadi lebih efektif (Wang, 2015).Penggunaan Kahoot juga terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti evaluasi yang dikemas seperti permainan. Suasana kompetitif yang sehat membuat siswa lebih semangat dalam menjawab soal. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa media berbasis permainan dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa (Plump & LaRosa, 2017).Selain motivasi, keaktifan siswa juga mengalami peningkatan. Siswa menjadi lebih berpartisipasi karena terlibat langsung dalam proses evaluasi menggunakan perangkat masing-masing. Media pembelajaran yang interaktif seperti Kahoot mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, sebagaimana dijelaskan bahwa penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan interaksi dan partisipasi siswa (Arsyad, 2019).Namun, dalam penerapannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan akses internet dan perangkat yang dimiliki siswa. Hal ini menjadi tantangan dalam implementasi pembelajaran berbasis digital. Keberhasilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai (Munir, 2017).Secara keseluruhan, pemanfaatan Kahoot sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis memberikan dampak positif terhadap motivasi dan keaktifan siswa. Meskipun demikian, diperlukan kesiapan infrastruktur serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi agar hasil yang diperoleh lebih optimal.KESIMPULANPemanfaatan Kahoot! sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII di era digital terbukti memberikan dampak positif. Penggunaan Kahoot mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti evaluasi pembelajaran, serta menciptakan suasana yang lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu, fitur umpan balik langsung membantu siswa memahami hasil belajar mereka secara cepat.Namun, dalam penerapannya masih terdapat kendala, terutama terkait keterbatasan akses internet dan perangkat yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan sarana prasarana serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Dengan dukungan tersebut, Kahoot dapat menjadi alternatif media evaluasi yang efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di era digital.DAFTAR PUSTAKAAkbar, Aulia, dkk. “Pentingnya Kompetensi Pedagogik Guru.” JPG: Jurnal Pendidikan Guru 2, no. 1 (Januari 2021): 27.Arifin, H. “Pengaruh Iklim Sekolah terhadap Profesionalisme Guru dan Etika Pendidikan.” Jurnal Manajemen Pendidikan 12, no. 1 (2023): 45–57.Danim, Sudarwan. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2002.Fadhilah, R., A. Amin, dan R. Ramdani. “Supervisi Akademik Dialogis dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru.” Jurnal Pengembangan Profesi Guru 5, no. 1 (2020): 23–33.Febriana, Rina. Kompetensi Guru. Jakarta: Bumi Aksara, 2021.Mulyasa, E. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.Nurarfiansyah, L. T., dkk. “Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru.” Edupedia 6, no. 2 (2022): 148–160.Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2006.Silalahi, Louisa, dkk. “Pentingnya Kompetensi Sosial Guru dalam Proses Pembelajaran.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 1 (Oktober 2023): 152–153.Sulastri, dkk. “Kompetensi Profesional Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.” Journal of Education Research 1, no. 3 (2020): 260.Uno, H. B. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.Umalihayati, dkk. Peningkatan Kinerja Dosen. Malang: Media Nusa Creative, 2022.Widya, Syarifah, dkk. “Kompetensi Profesional Guru: Upaya Peningkatan Kualitas dalam Mengajar.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8, no. 2 (2024): 31063.Yuni Elmi, Nadia, dkk. “Urgensi Pengembangan Kompetensi Guru di Era Society 5.0.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 2 (2025): 11933.Peraturan Perundang-undanganPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.